Saksi Parpol Protes Dugaan Kecurangan Pemilu, Pleno KPU Malut Berjalan Alot

Antara ยท Rabu, 08 Mei 2019 - 15:14 WIB
Saksi Parpol Protes Dugaan Kecurangan Pemilu, Pleno KPU Malut Berjalan Alot

Ilustrasi rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2019. (Foto: Antara)

TERNATE, iNews.id – Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara (Malut) untuk KPU Halmahera Selatan (Halsel) berlangsung alot, Rabu (8/5/2019). Hal ini menyusul adanya protes dari saksi parpol terkait adanya dugaan kecurangan.

Ketua KPU Malut, Pudja Sutamat yang memimpin rapat pleno di Daffam Hotel mendapat protes dari sejumlah saksi PKB Muhajirin Bailusy dan Malik Sillia. Mereka meminta KPU Malut menindaklanjuti nota keberatan para saksi saat pleno rekapitulasi di KPU Halsel.

Mereka beralasan, saat pleno rekapitulasi penghitungan suara di tingkat KPU Kabupaten Halsel, para saksi tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan keberatan atas hasil di sejumlah PPK yang diduga telah direkayasa calon legislatif parpol tertentu.

Protes yang disampaikan juga terkait persoalan suara internal di Partai Amanat Nasional (PAN) yang diperebutkan nomor urut 1 Madjid Husen dan Hi Ibrahim. Saksinya Muhlas Djafar dan Dede meminta agar hasil suara yang direbut PAN dibuka kembali. "Kami menduga 2.486 suara yang diraih Madjid Husen ada yang dicoba digelembungkan. Masalah ini harus diselesaikan di tingkat KPU Malut," kata saksi.

BACA JUGA:

Rapat Pleno KPU Yalimo Papua Ditunda, Bawaslu Minta KPU Benahi Berkas

Dokumen DA1 Tidak Sesuai, Rekapitulasi Suara di KPU Bekasi Diwarnai Protes

Rapat pleno rekapitulasi yang dipimpin Ketua KPU Malut itu langsung meminta saksi untuk DPRD Provinsi melakukan pertemuan khusus. Mereka perlu melakukan perbandingan data terkait dengan persoalan yang disampaikan saksi dari PAN.

Dalam rapat pleno diketahui, 9 kursi DPRD Provinsi untuk Dapil Halsel diraih masing-masing satu kursi oleh PDIP dengan 11.516 suara dengan suara terbanyak nomor urut 1 Kuntu. PKS meraih 14.678 suara dan peraih suara terbanyak Zulkifli Hi Umar dengan 5.957 suara. Disusul Demokrat meraih 8.093 suara dan suara terbanyak nomor urut 1 Rahmi Husen dengan 2907 suara.

NasDem meraih 9.616 suara, Partai Garuda 8.403 suara, PAN 9.386 suara, Golkar 11.516 suara dengan peraih suara terbanyak nomor urut 2 Muhammad Abusama meraih 5.195 suara. Kemudian Gerindra meraih 10.469 suara dan Perindo meraih 7.900 suara dengan suara terbanyak nomor urut 1 Rusihan Djafar yang meraih 1.929 suara.

Saat ini, enam KPU kabupaten/kota di Malut telah menyelesaikan tahapan pleno rekapitulasinya. Namun, baru satu KPU, yakni Kota Tidore Kepulauan yang telah melakukan pleno rekapitulasinya di KPU Malut.

Dari enam KPU kabupaten/kota tersebut, untuk DPR RI Malut, caleg PDIP nomor urut 2 Irine Yusiana Roba meraih 52.635 suara, disusul caleg PKS nomor urut 1 Muhammad Kasuba yang meraih 40.442 suara. Kemudian, Partai Golkar Alien Mus nomor urut 1 meraih 35.734 suara dan Abdurahman Lahabato dari PKB meraih 20.009 suara.

Sementara untuk DPD RI perwakilan Malut, Sultan Tidore Husain Alting Sjah untuk sementara meraih 76.177 suara suara, disusul Stefi Pasimanjeku 34.046 suara, Chaidir 33.192 suara dan Burhan Ismail 32.002 suara. Peringkat ini akan berubah karena kabupaten/kota di Malut belum memasukkan hasil pleno rekapitulasinya.


Editor : Maria Christina