Seluruh Peserta CPNS di Halmahera Utara Gagal di Tes Kompetensi Dasar

Antara ยท Selasa, 30 Oktober 2018 - 18:12 WIB
Seluruh Peserta CPNS di Halmahera Utara Gagal di Tes Kompetensi Dasar

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

TERNATE, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut) menyatakan, hingga hari kedua pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) penerimaan CPNS, tidak ada satu pun peserta yang mencapai standar nilai ambang batas.

Sekretaris Panitia seleksi CPNS Pemkab Halut Ona Muluwere mengatakan, hingga saat ini sudah sebanyak 505 dari 540 orang telah mengikuti SKD. Namun belum ada satu pun yang memiliki nilai yang mencukupi batas minimal.

"Ini merupakan hari kedua pelaksanaan SKD. Ada 35 dari 540 peserta yang tidak mengikuti SKD tanpa alasan yang jelas. Sementara hasil tes, belum satu pun yang mencukupi batas nilai hingga sesi kesembilan," katanya dalam keterangan resmi sebagaimana dikutip dari Antara.

BACA JUGA: 25.906 Pelamar Lulus Seleksi Administrasi CPNS Pemprov DKI Jakarta

Atas hasil tersebut, seluruh peserta yang mengikuti SKD terlihat cemas karena tidak mencapai batas nilai minimal. Bahkan dari tes yang telah dilaksanakan, di mana total peserta sebanyak 1.940 orang, tidak satu pun yang lolos mencapai hasil di atas nilai ambang batas.

Tiga mata ujian dalam SKD ini yakni tes karakteristik pribadi (TKP) dengan batas nilai minimal 143 poin, tes wawasan kebangsaan (TWK) 75 poin dan tes intelegensi umum (TIU) 80 poin. Mereka yang tidak lulus pada sesuai dengan ketentuan ambang batas, dianggap gugur pada tahap kedua seleksi. Jika hasil yang diperoleh tidak mencukupi pada salah satu dari tiga tes, maka dinyatakan gugur.

Ona mengemukakan, seleksi yang dilaksanakan para peserta tidak ada satupun yang diistimewakan, sebab, para peserta diminta agar mematuhi jadwal yang telah disediakan terkait tenggat waktu SKD.

"Jika ada yang terlambat, maka resikonya ditanggung sendiri dan sejauh ini tidak ada satu pun peserta yang diistimewakan. Jika terlambat hadir, maka yang rugi bukan panitia melainkan peserta ketika mengikuti tes," ujarnya.

Sementara mengenai sikap Pemkab Halut atas hasil seluruh peserta tidak memenuhi batas nilai minimal, ona menjelaskan nantinya akan menyurat ke BKN pusat hingga ke Kemenpan RB. Dia berharap agar dalam mengambil keputusan nanti, berpihak kepada daerah masing-masing sehingga kuota CPNS bisa mencukupi.


Editor : Donald Karouw