Serahkan 217 Senjata ke TNI, Bukti Nyata Masyarakat Maluku Ingin Damai

Felldy Utama ยท Kamis, 02 Mei 2019 - 00:24 WIB
Serahkan 217 Senjata ke TNI, Bukti Nyata Masyarakat Maluku Ingin Damai

Senjata milik warga yang diserahkan kepada Satgas Yonif 711/Rks di Maluku. (Foto: Dispenad)

JAKARTA, iNews.id – Masyarakat Maluku menyerahkan 217 pucuk senjata dan ratusan amunisi kepada Satgas Yonif 711/Rks. Penyerahan ratusan senjata ini sebagai salah satu bukti nyata warga ingin perdamaian dan hidup saling berdampingan.

“Ini merupakan tekad dan bukti nyata masyarakat di Maluku ingin hidup berdamai. Selain itu membuktikan keberadaan Satgas Yonif 711/Rks dapat diterima dengan baik dan memberi rasa aman di tengah masyarakat,’’ ujar Dansatgas Yonif 711/Rks Letkol Inf Fanny Pantouw di Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (1/5/2019).

Dansatgas mengungkapkan, selama penugasan sebagai Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) Maluku, ratusan senjata telah diamankannya, terdiri atas 11 pucuk senjata api organik dan 206 pucuk senjata rakitan. Selain itu turut pula diserahkan ratusan butir amunisi berbagai kaliber.

Dia mengungkapkan, konflik horizontal yang telah terjadi belasan tahun lalu memang masih menyisahkan rasa takut dan trauma masyarakat. Hal ini melandasi sebagian di antara mereka masih menyimpan senjata api untuk perlindungan diri dari kemungkinan konflik berulang.

BACA JUGA: Bukti Setia pada NKRI, Warga Puncak Jaya Serahkan Alat Perang ke TNI

“Untuk mewujudkan perdamaian dan rekonsiliasi di beberapa daerah yang mengalami konflik, kami mengedepankan pendekatan Binter. Dan ini berhasil menyadarkan masyarakat untuk saling menjaga perdamaian sekaligus menyerahkan senjata dan amunisi mereka," kata Fanny.

Diketahui, warga dari tiga tempat berbeda telah diserahkan secara sukarela berbagai senjata dan amunisi mereka pada Selasa (30/4/2019). Warga Desa Waimital menyerahkan 1 pucuk senjata api standar jenis SKS beserta 1 magazin dan 6 butir amunisi.

Sementara di Negeri Latu dan Hualoy, telah diserahkan 1 pucuk senjata api standar jenis US Carabine dan 2 magazin, serta 15 pucuk senjata rakitan disertai 104 butir munisi campuran.

“Selanjutnya di wilayah Desa Eti, Kecamatan Seram bagian barat, Kabupaten Seram Bagian Barat. Warga di sana juga telah menyerahkan secara sukarela satu pucuk senjata api rakitan,’’ ucapnya.

Dansatgas menuturkan, dari beberapa penyerahan tersebut menunjukan keberadaan Satgas saat ini bisa diterima dengan baik dan dicintai rakyat. Masyarakat juga telah memiliki kesadaran yang tinggi untuk menciptakan perdamaian, kerukunan serta kepercayaan antarkelompok warga maupun dengan aparat.

“Apa yang terjadi di Kepulauan Maluku ini dapat menjadi pelajaran penting. Tidak saja untuk masyarakat Maluku, namun bagi seluruh warga. Apalagi di tengah kondisi makin merebaknya intoleransi, radikalisme dan terorisme yang dapat mengancam integritas bangsa,’’ tuturnya.

Dalam beberapa kesempatan, Satgas Yonif 711/Rks memanfaatkan seni marawis sebagai wahana membangun kebersamaan dan kepercayaan antarkelompok warga, seperti di Wakal-Hitu dan Latu-Hualoy yang mayoritas warganya beragama Islam.

“Kita harus menjaga dan memelihara kearifan lokal sebagai rajutan perdamaian dan kerukunan di tengah-tengah masyarakat Maluku," kata Fanny.


Editor : Donald Karouw