Update Gempa Ambon: Takut Tsunami, Warga Mengungsi ke Gunung Nona

Wildan Catra Mulia, Shinta Syakilla Hidayat ยท Kamis, 26 September 2019 - 17:22 WIB
Update Gempa Ambon: Takut Tsunami, Warga Mengungsi ke Gunung Nona

Suasana bangunan Pasar Apung Desa Tulehu yang roboh akibat gempa bumi di Ambon, Maluku, Kamis (26/9/2019). (ANTARA FOTO/Izaak Mulyawan)

JAKARTA, iNews.id – Rasa takut masih membayangi warga Kota Ambon usai gempa bumi dengan magnitudo 6,8 yang terjadi Kamis (26/9/2019) pukul 06.46 WIB atau 08.46 WIT. Mereka mengevakuasi diri secara mandiri dengan pergi ke dataran tinggi, salah satunya ke Gunung Nona karena takut terjadinya tsunami.

Guncangan gempa yang terjadi pagi hari dan menelan enam korban jiwa tersebut tergolong kuat. Getarannya bahkan mengakibatkan kerusakan pada sejumlah gedung di sekitar titik lokasi gempa.

"Itu sangat kuat goncanganya (Magnitudo 6). Untuk gedung-gedung yang tidak tahan gempa dipastikan kemungkinan besar rusak atau runtuh," ujar Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo di Ruang Serbaguna DR Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (26/9/2019).

Akibat dari tingginya magnitudo gempa di Ambon yang menyebabkan kerusakan bangunan dan ruas jalan di Ambon, para warga melakukan evakuasi mandiri dengan mengungsi ke Gunung Nona.

BACA JUGA: Update Korban Gempa Ambon Hari Ini, 6 Orang Tewas, 4 Luka Parah

Kendati demikian, BNPB memastikan tidak ada potensi tsunami akibat dampak gempa tersebut. Mereka menyarankan warga untuk kembali pulang, namun dengan catatan kondisi rumah masih layak ditinggali.

"Karena sekarang sudah tidak ada potensi tsunami, ya boleh pulang asal rumahnya masih bagus. Kalau rumahnya retak-retak atau potensi ambruk jangan kembali, lebih baik ngungsi dulu. Karena kemungkinan masih ada tiga kali gempa susulan. Itu cukup berbahaya," katanya.

Menurutnya, masyarakat saat ini masih mengungsi di Gunung Nona. Namun beberapa sudah berangsur pulang ke rumah usai BMKG memberikan informasi kondisi telah aman.

Agus menghimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayai informasi yang valid. Seperti yang disajikan pihak bertanggungjawab, di antaranya BMKG, BPBD dan BNPB.

"Masyarakat harus tenang dan memastikan informasi resmi dari BMKG, BPBD dan BNBP. Terutama sudah dipastikan BMKG tidak ada tsunami,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw