2 Anggota Polri Diserang KKSB di Puncak Papua, 1 Orang Diduga Diculik

Chanry Andrew Suripatty ยท Senin, 12 Agustus 2019 - 15:58 WIB
2 Anggota Polri Diserang KKSB di Puncak Papua, 1 Orang Diduga Diculik

Ilustrasi anggota Polri. (Foto: SINDOnews)

JAYAPURA, iNews.id – Anggota Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum (Gakkum) Polda Papua yang bertugas di wilayah Kabupaten Puncak, diserang Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), Senin (12/8/2019) pukul 11.00 WIT. Satu anggota dikabarkan diseret dan diculik kelompok tersebut.

Informasi yang dirangkum iNews, peristiwa penyerangan dua anggota ini terjadi di wilayah Kampung Mudidok, Kabupaten Puncak, Papua. Identitas anggota yang diduga diculik kelompok KKSB yakni Briptu H. Sementara rekannya Bripka AW dilaporkan selamat.

Kejadian ini berawal saat korban yakni personel Satgas Gakkum wilayah Ilaga Briptu H ditelepon Yambimayu Telenggen, seorang anggota KKSB Puncak Jaya yang meminta gula kopi.

Selanjutnya Bripka AW (Satgas-i) dan Briptu H (Satgas Gakkum) menuju lokasi camp PT Unggul yang lokasinya di bawah Kampung Mudidok. Mereka mengendarai sepeda motor untuk bertemu dengan Yambimayu Telenggen.

Namun ketika sampai turunan jalan camp PT MTT, Briptu H dipanggil seseorang yang dikenalnya saat di Kampung Usir, Kabupaten Puncak Jaya. Keduanya pun berhenti.

Selanjutnya Briptu H berbicara dengan orang tersebut, sedangkan Bripka AW memarkirkan motornya. Tiba-tiba dari semak-semak muncul 10 orang dengan senjata lengkap yang kemudian menembak ke arah Bripka AW.

Dia langsung meloncat dan berlindung ke arah semak-semak tapi ketika itu sempat melihat Briptu H diseret kelompok tersebut. Selanjutnya Bripka AW kembali dan melaporkan ke Posko Induk Satgas Nemangkawi di Kago Kabupaten Puncak.

Saat ini keberadaan Briptu H belum dikerahui. Sementara Bripka AW dalam kondisi aman. Tim Satgas Ops Nemangkawi bersama petugas gabungan TNI-Polri masih melakukan penyisiran. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi dari Polda Papua atas dugaan penyerangan KKSB kepada dua anggotanya.


Editor : Donald Karouw