Bentrok Warnai Pemasangan Bendera Merah Putih di Asrama Mahasiswa

Ihya' Ulumuddin, Yudha Prawira ยท Rabu, 15 Agustus 2018 - 21:34 WIB
Bentrok Warnai Pemasangan Bendera Merah Putih di Asrama Mahasiswa

Perwakilan ormas dan mahasiswa sempat berdialog sebelum pemasangan bendera di depan Asrama Mahasiswa di Tambaksari, Surabaya, Rabu (15/8/2018). (Foto: iNews/Yudha Prawira)

SURABAYA, iNews.id – Puluhan mahasiswa Papua terlibat bentrok dengan sejumlah anggota organisasi massa (ormas) di depan Asrama Kamasan Jalan Kalasan 10, Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Rabu (15/8/2018). Akibatnya, seorang anggota ormas terluka karena sabetan parang.

Informasi yang dihimpun, bentrokan itu berawal saat sejumlah anggota ormas berusaha memasang bendera Merah Putih di depan asrama. Namun, upaya massa itu dihadang sejumlah oknum mahasiswa. Mereka menolak pemasangan bendera Merah Putih.

Akibat penolakan ini, sejumlah massa ormas berang. Mereka terlibat cekcok dan berujung saling pukul. Saat itulah tiba-tiba seorang mahasiswa masuk ke dalam asrama, lalu keluar membawa parang dan menyerang. Dalam aksi itu, salah seorang anggota Ormas Patriot, Arifin terluka. Dia terkena sabetan parang karena berusa menangkis. Beruntung keributan tidak berlangsung lama.

“Tujuan kami sebenarnya baik-baik. Kami meminta mereka memasang bendera Merah Putih sebagai bentuk penghormatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI. Tetapi mereka justru menolak dan menyerang,” kata perwakilan Ormas, Basuki Rahmat.

Keputusan memasang bendera, lanjut Basuki, berdasarkan rekomendasi rapat bersama antara sejumlah perwakilan ormas. Mereka terdiri atas FKPPI Jatim, Pemuda Pancasila, Laskar Garuda, dan Patriot Garuda. Rapat juga dihadiri perwakilan kepolisian dan Pemkot Surabaya. Hasilnya menyebutkan, penghuni asrama mahasiswa harus memasang bendera.

“Namun sampai batas waktu yang ditentukan, mereka tak kunjung memasang tanpa alasan jelas. Karena itu, kami pun datang dan berusaha memasang bendera sendiri. Tak tahunya malah ditentang,” tuturnya.

Kuasa hukum pihak mahasiswa Papua, Sahura berdalih, bahwa tidak ada persoalan bila para mahasiswa harus memasang bendera. Namun, pemasangan bendera tersebut harus melalui musyawarah dari pengurus asrama mahasiswa. “Karena itu, kami menyayangkan kedatangan dan sikap ormas kepemudaan di asrama mahasiswa,” katanya.

Sementara itu, pantauan iNews, bendera telah terpasang di depan asrama mahasiswa. Untuk menhindari bentrok susulan, polisi juga meminta kedua belah pihak meredam emosi. Tak hanya itu, bendera juga tidak boleh diturunkan, hingga batas waktu yang ditentukan. Polisi juga tengah mengusut aksi sabetan parang yang melukai salah satu anggota ormas.


Editor : Maria Christina