Tangkap 2 Kapal, Polair Polda Papua Bongkar Penjualan BBM Ilegal

Chanry Andrew Suripatty ยท Jumat, 31 Agustus 2018 - 20:49 WIB
Tangkap 2 Kapal, Polair Polda Papua Bongkar Penjualan BBM Ilegal

Sejumlah kru kapal yang diduga melakukan penjualan BBM ilegal di tengah laut diamankan petugas Ditpolair Polda Papua. (Foto: iNews.id/Chanry Andrew S)

JAYAPURA, iNews.id - Direktorat Polair Kepolisian Daerah (Polda) Papua berhasil membongkar praktik penjualan bahan bakar minyak (BBM) ilegal di tengah laut atau yang biasanya disebut “kencing minyak”.

Praktik ilegal itu dilakukan kru kapal tangker KM Kairos II dan Kapal Self Propeller Oil Barge (SPOB) KM Kartanegara di Perairan Jayapura, Senin (27/8/2018). Sebanyak empat orang ditangkap dalam praktik ilegal tersebut.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Achmad Mustofa Kamal mengatakan, penggagalan “kencing minyak” tersebut atas laporan masyarakat yang melihat ada kegiatan mencurigakan sejumlah kru kapal di tengah laut.

“Penangkapan ini berawal sekitar pukul 15.30 WIT, anggota Direktorat Polair Polda Papua mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa ada kapal tanker dan kapal SPOB yang akan melakukan pengisian BBM secara ilegal yang tidak sesuai dengan fakturnya," kata Kombes Pol AM Kamal, Jumat (31/8/2018).





Atas laporan masyarakat tersebut, menurut Kamal, tim lidik dari Subditgakkum Dit Polair Polda Papua yang dipimpin Direktur Polair bertolak di sekitar perairan Kota Jayapura, tepatnya di depan Perairan Kayu Pulau, Kota Jayapura.

Setelah mengintai selama satu jam, kata Kamal, tepat pukul 21.14 WIT tim langsung bersandar di samping kapal dan langsung memeriksa dua kapal tersebut. Hasilnya, ditemukan sejumlah kru kapal sedang mengisi BBM ilegal. Selanjutnya para awak dari kedua kapal beserta dokumen diamankan dan dibawa ke kantor Ditpolair Polda Papua.

Menurut Kamal, keempat pelaku yang diamankan masing-masing, nakhoda Kapal SPOB Kartanegara berinisial LK (41), warga Kota Bau-bau, Sulawesi Tenggara; S (26), warga Kabupaten Baru, Sulawesi Selatan; K (40), warga Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah; dan Nakhoda Kapal Kairos II berinisial AR (28), warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Sedangkan barang bukti yang diamankan, yakni Kapal SPOB Kartanegara, Kapal Kairos II, satu bundel dokumen KM Kairos II, tiga pompa alkon yang digunakan untuk memompa BBM, tiga gulungan selang 2 inci dengan panjang total 50 meter, 14 ton solar dari KM SPOB Kartanegara, dua ponsel. "Sementara kasus ini telah di tangani oleh Subditgakkum Dit Polair Polda Papua," tandas Kamal.

Dalam kasus ini, menurut Kamal, para pelaku disangkakan melanggar Pasal 53 huruf (d) juncto Pasal 23 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas, juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling tinggi Rp30 miliar.

 


Editor : Kastolani Marzuki