Ketum Ansor Sebut Kirab Satu Negeri Tak Terkait Pilpres 2019

Antara · Minggu, 16 September 2018 - 11:28 WIB
Ketum Ansor Sebut Kirab Satu Negeri Tak Terkait Pilpres 2019

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengenakan imbuh, topi khas Papua setiba di Bandara Mopah, Merauke, Sabtu (15/9/2018). (Foto: Sindonews/Abdul Hakim)

MERAUKE, iNews.id - Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas secara resmi melepas peserta Kirab Satu Negeri pada upacara di Tugu Pepera, Merauke, Papua, Minggu (16/9/2018). Yaqut menyebut, Kirab Satu Negeri tidak terkait dengan pemilihan presiden, apalagi dukung mendukung capres-cawapres.

“Pagi ini, kita memulai langkah pertama dalam Kirab Satu Negeri dari lima titik terdepan Indonesia, yakni Merauke, Papua; Rote, NTT; Miangas, Sulawesi Utara; Nunukan, Kalimantan Utara; dan Sabang, Aceh," kata Yaqut, Minggu (16/9/2018).

Dalam pidatonya Yaqut mengatakan kirab bendera Merah Putih oleh Ansor yang akan melintasi seluruh provinsi digelar untuk mengingatkan kembali warga bangsa ikrar bertanah air, berbangsa, dan berbahasa yang satu, yakni Indonesia.

Menurut Yaqut, kirab ini juga bukan bentuk konsolidasi terkait dengan dipilihnya Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden pendamping Joko Widodo. "Kirab ini murni kegiatan untuk membangkitkan kembali rasa kebangsaan, perasaan satu Indonesia," kata Yaqut.

Anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini menjelaskan, kirab bendera merah putih ini dilatarbelakangi keprihatinan akan adanya kelompok yang ingin mengubah atau merusak konsensus kebangsaan Indonesia serta menggunakan agama sebagai alat politik dan sumber konflik.

"Gejala ini sudah kami tangkap sejak Pilkada DKI yang lalu, jauh sebelum Kiai Ma'ruf Amin ditetapkan sebagai cawapres Pak Jokowi," kata Yaqut.

Kirab yang diikuti 1945 peserta direncanakan berakhir di Kota Yogyakarta pada 26 Oktober 2018, di mana akan digelar Apel Kebangsaan yang melibatkan sekitar 100.000 anggota Banser dan dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

Dalam rangkaian kirab ini juga akan digelar pembentangan bendera merah putih sepanjang 1,5 kilometer di wilayah perbatasan RI dengan Papua Nugini di Skouw, Jayapura, pada Senin (17/9/2018).

"Kita ingin semua orang, mayoritas masyarakat yang toleran dan cinta persatuan, berani bersuara, tidak lagi memilih diam. Kita ingin Indonesia yang majemuk, terapi hidup rukun dan damai ini menjadi inspirasi dan teladan bagi dunia," katanya.


Editor : Himas Puspito Putra