3 Jenazah Anggota KKB Ditemukan Satgas Gabungan di Nduga Papua

Okezone ยท Jumat, 21 Desember 2018 - 15:56 WIB
3 Jenazah Anggota KKB Ditemukan Satgas Gabungan di Nduga Papua

Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua menyerang pekerja Trans Papua (Foto: Dok/iNews)

JAKARTA, iNews.id – Tim Satgas Gabungan TNI-Polri menemukan tiga jenazah anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kawasan Kali Yigi, Distrik Yall, Nduga, Papua. Lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) penyerangan pekerja Trans Papua, beberapa waktu lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo memaparkan, ketiganya yakni, ML ditemukan 300 meter di atas TKP penyerangan dan NI ditemukan 400 meter di atas dari TKP penyerangan. Kemudian, NW, yang ditemukan dengan kondisi jenazah tubuh terbakar di atas TKP.

“Mereka dari KKB yang diketuai Egianus Kogoya. Ada SOP dari KKB, apabila anggota mereka ada yang mati karena ditembak harus dibakar untuk menghilangkan jejak,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Jumat (21/12/2018).

BACA JUGA:

KKB Teridentifikasi, Senjata Selundupan dari Papua Nugini dan Filipina

25 Pekerja Dievakuasi Satgas TNI-Polri di Nduga setelah Kabur dari KKB

Dedi mengatakan, petugas gabungan menemukan ketiganya pada Senin, 17 Desember 2018, sekitar pukul 21.30 WIT. Petugas kemudian membawa ketiganya ke Wamena untuk diidentifikasi oleh Tim DVI Polri.

Sebelumnya seorang pria mengaku Egianus Kogoya, pimpinan KKB Papua yang menyerang para pekerja jalur Trans Papua. Videonya beredar di Facebook dan dibagikan oleh akun Facebook TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat).

Dalam video tersebut tertulis keterangan “Pernyataan: Brigjend Ekianus Kogeya Panglima Kodap II Ndugama” dengan menampilkan seorang pria yang mengenakan ikat kepala bendera Union Jack Britania Raya.

Pria itu menegaskan bahwa Papua harus merdeka dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Dan saya bukan minta uang, bukan minta bangunan dan segala macamnya. Tapi saya minta dilepas oleh NKRI, dipisah oleh NKRI. Papua mau dan tidak harus merdeka,” paparnya.


Editor : Maria Christina