3 Pelaku Pembacokan Pendeta hingga Tewas di Wamena Ditembak Polisi

Chanry Andrew Suripatty ยท Rabu, 02 Januari 2019 - 18:33 WIB
3 Pelaku Pembacokan Pendeta hingga Tewas di Wamena Ditembak Polisi

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menunjukkan foto ketiga pelaku curas dan membacok korban hingga tewas dalam konferensi pers, Rabu (2/1/2018). (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

JAYAPURA, iNews.id – Seorang pendeta di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, tewas dibacok di depan rumahnya, Jumat (28/12/18) malam lalu. Polres Jayawijaya akhirnya menangkap tiga pelaku pencurian dan kekerasan (curas) yang menyebabkan pendeta bernama Claarce Rinssampesy itu tewas.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, ketiganya terpaksa ditembak karena melawan saat diamankan polisi. Ketiga pelaku masing-masing, Save Kosi (19) dan Maikel Sabulai (25) ditangkap di rumahnya, Rabu (2/1/2018) sekitar pukul 05.30 WIT. Dua jam kemudian, pelaku Akiok Wuka (25) ditangkap di Jalan Ahmad Yani Kota Wamena.

“Saat diamankan petugas, pelaku sempat melawan sehingga polisi melumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki,” ungkap Kamal dalam konferensi pers, Rabu (2/1/2018).

Ketiga pelaku kemudian dibawa ke RSUD Wamena guna menjalani perawatan medis. Dari hasil penyelidikan, tersangka AW merupakan residivis yang melarikan diri dari Lapas Wamena dan sudah menjadi target dari anggota kepolisian.

BACA JUGA:

Mengaku Bawa Bom, Oknum TNI Diamankan Petugas Bandara Wamena

Polisi Tangkap Pemerkosa Turis China di Wamena, 1 Pelaku Masih Buron

Kamal menjelaskan, kronologi pembunuhan yang terjadi pada Jumat (28/12/18) sekitar pukul 19.25 WIT. Saat itu, korban dibonceng dan hendak menuju rumahnya di depan Gereja Efata. Sampai di depan gereja, ada dua orang yang tidak dikenal mengendarai sepeda motor datang menghampiri korban dan saksi.

“Pelaku lalu merampas tas milik korban. Tidak terima tasnya diambil, terjadi aksi perlawanan dari korban dan saksi,” ujar Kamal.

Saat terjadi perlawanan tersebut, salah satu tersangka yang sudah menyiapkan parang di balik bajunya langsung membacok korban. Karena ketakutan, saksi melarikan diri meninggalkan korban, kemudian melapor ke SPKT Polres Jayawijaya.

Setelah menerima laporan tersebut, anggota langsung menuju ke TKP. Saat tiba di TKP, anggota melihat korban telah dievakuasi oleh warga ke RSUD Wamena untuk mendapat perawatan medis. “Anggota kemudian mencari motor yang dirampas oleh pelaku dan menemukan motor tersebut di Sinapuk Wamena,“ kata Kamal.

Sempat dirawat, pendeta tersebut akhirnya meninggal dunia. Menurut keterangan tim medis, korban menderita luka sobek akibat bacokan parang di lengan kanan, ketiak kanan, dan dada kanan atas.


Editor : Maria Christina