3 Prajurit TNI yang Gugur dalam Baku Tembak Dievakuasi ke RSUD Timika

Nathan Making ยท Kamis, 07 Maret 2019 - 21:57 WIB
3 Prajurit TNI yang Gugur dalam Baku Tembak Dievakuasi ke RSUD Timika

Kerabat tiga anggota TNI yang gugur dalam baku tembak dengan KKB di Nduga, Papua mendatangi RSUD Timika. (Foto: iNews.id/Nathan Making)

TIMIKA, iNews.id - Tiga anggota TNI yang gugur dalam baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua berhasil dievakuasi ke RSUD Timika, Kamis (7/3/2019) malam.

Ketiga jenazah prajurit yang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) itu masing-masing, Serda Mirwariyadin asal NNTB, Serda Yusdin asal Palopo, Sulawesi Selatan, dan Serda Siswanto Bayu Aji asal Grobogan, Jawa Tengah.

Ketiga kusuma bangsa yang gugur dalam tugas itu akan menjalani visum sebelum diterbangkan ke daerah asal masing-masing pada Jumat (8/3/2019) pagi.

Proses evakuasi ketiga jenazah prajurit itu tidak mudah karena dua helikopter jenis Belly milik TNI AD ditembaki KKB. Meski demikian, pasukan TNI membalas serangan KKB, sehingga helikopter berhasil mendarat dan proses evakuasi dapat dilaksanakan dalam keadaan aman.

“Pukul 15.00 WIT, dua unit helly jenis Bell tiba dari Timika untuk melaksankan evakuasi korban prajurit yang gugur, namun sebelum mendarat helly tersebut  kembali mendapatkan serangan dari KKB,” kata Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring dalam keterangan tertulisnya yang diterima iNews.id, Kamis (7/3/2019).

BACA JUGA:

Evakuasi 3 Prajurit yang Gugur di Nduga, Heli TNI Ditembaki KKB

3 Prajurit TNI Gugur dalam Kontak Tembak dengan KKB di Nduga Papua

Pangdam mengatakan, seluruh jajaran Kodam XVII/Cenderawasih berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya para prajurit terbaik bangsa. Pangdam XVII/Cenderawasih mengatakan bahwa ketiga prajurit TNI tersebut telah gugur demi menjalankan tugas mulia untuk menegakkan kedaulatan bangsa.

"Mereka adalah pahlawan kusuma bangsa yang telah rela mengorbankan nyawanya demi menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Papua. Ini juga sekaligus membuktikan bahwa kelompok separatis bersenjata lah yang selama ini menjadi beban bagi masyarakat Papua. Mereka tidak segan membunuh aparat dan warga sipil yang tidak mendukung mereka," kata Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring.

Sebelumnya diberitakan, 25 anggota TNI yang tergabung dalam Satgas Gakkum diserang 50 orang KKB di Distrik Mugi dengan menggunakan senjata api.

Serangan terjadi saat puluhan anggota TNI sedang melaksanakan pengamanan pergeseran pasukan yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur jalan Trans Papua Wamena-Mumugu Kabupaten Nduga segmen lima. Dalam kontak tembak yang terjadi pada pukul 08.00 WIT itu, tiga anggota TNI gugur.


Editor : Kastolani Marzuki