4 Anggota KKB Termasuk Ajudan Goliat Tabuni, Kembali ke Pangkuan NKRI

Donald Karouw ยท Minggu, 09 Juni 2019 - 05:01 WIB
4 Anggota KKB Termasuk Ajudan Goliat Tabuni, Kembali ke Pangkuan NKRI

Empat anggota KKB berikrar setia kepada NKRI di hadapan para anggota Kodim di Kampung Wurak Distrik Illu Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu (8/6/2019). (Foto: Dispenad)

JAYAPURA, iNews.id – Empat anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyerahkan diri serta berikrar setia kepada NKRI di hadapan Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo didampingi 25 anggota Kodim di Kampung Wurak Distrik Illu Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu (8/6/2019). Satu di antaranya, Telangga Gire (30), ajudan Goliat Tabuni, salah seorang tokoh utama KKB.

Sementara tiga orang rekannya yakni, Piningga Gire (25), Tekiles Tabuni (30), dan Perengga (27). Mereka juga menyerahkan satu pucuk senjata api jenis Mosser dan sejumlah amunisi. Senjata tersebut milik polisi yang dirampas saat penyerangan Polsek Karubaga, Kabupaten Tolikara, pada tahun 2013.

Kapendam XVII/Cen Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, proses penyerahan diri berawal dari komunikasi dengan seorang anggota Kodim 1714/PJ, Sertu Jefri May, pada 5 Mei 2019. Menurut Telangga, dirinya dan beberapa orang rekannya sudah lama ingin menyerahkan diri.

“Namun, mereka juga tidak tahu bagaimana caranya karena takut ditembak oleh TNI/Polri,” kata Aidi lewat keterangan tertulis, Sabtu (8/6/2019).


BACA JUGA: TNI Terima Aspirasi Warga Timor Leste untuk Bergabung ke Indonesia


Setelah mengenal Jefri May dan kawan-kawannya, terjalin komunikasi secara intens baik via telepon maupun dengan pertemuan secara langsung. Selama masa perkenalan dan proses komunikasi, Sertu Jefri selalu melaporkan perkembangannya kepada Dandim Letkol Inf Agus Sunaryo untuk mendapatkan petunjuk.

“Dandim menitip pesan bahwa TNI menjamin keselamatan mereka bila ingin menyerahkan diri secara sukarela. Kita semua bersaudara, mari bersama-sama membangun Papua untuk masa depan generasi kita yang lebih baik, Papua sudah merdeka dalam bingkai NKRI,” katanya.

Pada Kamis, 6 Juni 2019 pukul 17.00 WIT, empat orang anggota Kodim dipimpin Sertu Jefri May bertemu dengan Telangga di Distrik Tingginambut. Telangga dan rekan-rekannya menyatakan tekadnya untuk menyerahkan diri kembali ke pangkuan NKRI.

Hari itu juga mereka diantar ke Makodim untuk menghadap Dandim di Distrik Mulia Puncak Jaya. Hasil pertemuan dengan Dandim, Telangga Gire mengaku senjatanya disimpan di Kampung Wurak Distrik Illu, Kabupaten Puncak Jaya. Dia berjanji akan menyerahkannya bersama tiga rekannya.


BACA JUGA: Kekurangan Guru, TNI Bantu Mengajar Siswa SD di Perbatasan Timor Leste


Pada hari yang telah disepakati, Sabtu (8/6/2019), Dandim beserta 25 orang tim pengaman berangkat ke Kampung Wurak untuk menjemput Telangga Gire dkk, beserta senjata yang dijanjikan. Proses penyerahan diri berlangsung aman dan lancar.

“Saat ini, Telangga Gire dan rekan-rekannya beserta senjatanya sudah berada di Makodim untuk didata,” katanya.

Telangga mengatakan, selama ini mereka merasa tertipu oleh Goliat Tabuni dan kelompoknya yang mengatakan tidak lama lagi Papua akan merdeka. Mereka juga dijanjikan jabatan tinggi.

“Ternyata semuanya itu tipu-tipu saja. Kami bertahun-tahun hidup menderita di hutan, kepanasan, kedinginan, kehujanan, kelaparan dan lain-lain. Tiap hari hanya makan petatas dan keladi ambil dari kebun warga, sementara pembangunan di kampung-kampung dan di kota-kota semakin maju,” kata Telangga.

Telangga juga mengimbau rekan-rekannya yang masih di hutan agar segera kembali ke pangkuan NKRI. Dia mengajak teman-temannya hidup normal sebagai warga Negara Indonesia.

“Apa yang kita perjuangkan selama ini hanya mimpi-mimpi kosong. Kasihan anak keturunan kita. Mereka harus kita siapkan agar mereka bisa hidup lebih baik di masa yang akan datang,” kata Telangga.


Editor : Maria Christina