6 Kali Rentetan Gempa Berkekuatan di Atas 5,0 SR Guncang Mamberamo Tengah Papua

Ilma De Sabrini ยท Senin, 24 Juni 2019 - 13:33 WIB
6 Kali Rentetan Gempa Berkekuatan di Atas 5,0 SR Guncang Mamberamo Tengah Papua

Ilustrasi gempa. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Rentetan gempa berkekuatan di atas 5,0 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Mamberamo Tengah di Provinsi Papua, Senin (24/6/2019). Tercatat sejak pukul 08.05 WIB hingga 12.15 WIB, telah terjadi enam kali gempa yang getarannya terasa hingga Kabupaten Sarmi, Jayapura dan Wamena.

Data BMKG yang dirangkum iNews.id, gempa pertama terjadi pukul 08:05 WIB dengan kekuatan 6,0 SR, berpusat di darat 48 km Tenggara Mamberamo Tengah dengan kedalaman 15 Km. Gempa kedua terjadi pukul 09.20 WIB dengan kekuatan 5,2 SR, kemudian pukul 09:43 WIB dan 09.48 masing-masing berkekuatan 5,1 SR.

Selanjutnya dua getaran pada pukul 11.47 WIB dengan kekuatan 5,5 SR dan pukul 12.15 WIB berkekuatan 5,2 SR. Seluruh rangkaian gempa susulan berpusat di darat dan tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.


BACA JUGA:

Gempa Bumi Susulan 5,2 SR Guncang Mamberamo Tengah Papua, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi Tektonik Berkekuatan 7,7 SR Guncang Maluku Barat Daya


Sebelumnya, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan gempa pertama yang terjadi 6,0 SR dimutakhirkan menjadi 6,1 SR. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal yaitu sistem Sesar Yapen.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa bumi dipicu penyesaran miring yang merupakan kombinasi antara pergerakan mendatar dan naik (oblique-thrust). Guncangan gempa dilaporkan terasa di Kabupaten Sarmi skala III-IV MMI, Jayapura II-III MMI di Jayapura dan Wamena II MMI.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


Editor : Donald Karouw