Ada Isu Tsunami, Ribuan Warga Nabire Papua Panik dan Mengungsi

Chanry Andrew Suripatty ยท Sabtu, 10 November 2018 - 18:10 WIB
Ada Isu Tsunami, Ribuan Warga Nabire Papua Panik dan Mengungsi

Warga Nabire, Papua, beramai-ramai mengungsi karena termakan isu tsunami, Sabtu (10/11/2018) dini hari. (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

NABIRE, iNews.id – Ribuan warga Kota Nabire, Papua, berbondong-bondong meninggalkan kota menuju ke dataran tinggi dan perbukitan. Mereka panik dan dengan cepat memutuskan untuk mengungsi setelah terpengaruh isu tsunami yang bakal terjadi di daerah itu.

Pantauan iNews, warga mulai bergerak sejak Jumat (9/11/2018) malam hingga Sabtu (10/11/2018) dini hari. Ruas Jalan Trans Papua Nabire Enarotali pun dipenuhi oleh warga. Mereka tampak terburu-buru meninggalkan rumah masing-masing dan bergerak mengungsi ke dataran tinggi.

Sebagian warga tampak berjalan kaki dan sebagian lagi menggunakan kendaraan. Warga juga mengungsi hanya dengan hanya membawa barang-barang secukupnya seperti bekal makanan dan surat surat berharga.


BACA JUGA: Isu Tsunami 57 Meter di Pandeglang Banten, Warga Jadi Paranoid


Menyikapi hal ini, polisi dengan menggunakan mobil dan pengeras suara meminta masyarakat kembali ke rumah masing-masing. Polisi juga menegaskan, isu tsunami itu tidak benar dan merupakan kabar bohong.

“Selamat malam, adek, kakak, dan ibu, silakan pulang ke rumah masing-masing. Tidak ada tsunami. Siapa yang bilang ada tsunami sama kalian. Pulang, pulang, tidak ada apa-apa. Tsunami itu omong kosong,” kata polisi kepada warga yang memenuhi jalan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat belum memberi keterangan terkait penyebar informasi hoaks tersebut sehingga menyebabkan warga panik dan mengungsi.

Sementara Kepala Stasiun Geofisika UPT Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nabire, Nataniel Simon Rumy mengatakan, informasi tsunami di Nabire dipastikan hoaks. BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi akan terjadi tsunami di Nabire.

“Jadi sampai dengan saat ini, pantainya memang lagi surut, tapi itu surut biasa, bukan surut akibat dari mau terjadi tsunami. Kami dari BMG sampai saat ini tidak pernah mengeluarkan informasi bahwa akan terjadi tsunami. Karena itu, kami mengharapkan masyarakat tenang dan tidak termakan isu atau hoaks tsunami,” kata Nataniel Simon Rumy.


Editor : Maria Christina