Bawa Ratusan Kaleng Miras dan Ganja, 4 Warga Entrop Diamankan Satgas Pamtas

Kastolani ยท Kamis, 04 Juli 2019 - 23:30 WIB
Bawa Ratusan Kaleng Miras dan Ganja, 4 Warga Entrop Diamankan Satgas Pamtas

Satgas Pamtas Yonif 328/DGH mengamankan warga Entrop, Distrik Muara Tami, Jayapura karena kedapatan membawa ratusan kaleng miras. (Foto: Dispenad)

JAKARTA, iNews.id – Personel Komando Taktis (Pos Kotis) Skouw, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 328/DGH mengamankan empat  warga Entrop, Distrik Muara Tami karena kedapatan membawa ratusan kaleng minuman keras (miras) ilegal dan tujuh gram ganja.

Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari mengatakan, berbagai modus digunakan para pelaku penyelundupan barang terlarang narkotika jenis ganja untuk dapat melewati perbatasan.

“Salah satunya menyimpan paket ganja tersebut di celana dalam agar tidak diketahui oleh personel Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, di Pos Kotis, Skouw pada Rabu (3/7/2019),” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Distrik Muara Tami, Jayapura, Kamis (4/7/2019).

Dansatgas menjelaskan, modus seperti ini dilakukan Herman Heselow (19) dan Man Eselo (28) saat melintasi Pos Kotis, sekitar pukul 11.00 WIT. Mereka berdua baru kembali dari Papua New Guinea (PNG). Merasa curiga dengan gerak-geriknya, Provos melakukan pemeriksaan terhadap kedua orang tersebut.

“Dari pemeriksaan yang dilakukan, ditemukan paket ganja seberat tujuh gram disimpan di celana dalam milik Herman. Saat diinterogasi, Herman mengaku membeli barang terlarang tersebut dari seseorang warga PNG untuk dipakai sendiri,” katanya.

BACA JUGA: Satgas Pamtas Yonif 328 Bantu Warga Koya Yoso yang Alami Kecelakaan Tunggal

Kemudian sekitar pukul 15.00 Wit, lanjut Erwin Iswari, personel Satgas juga berhasil mengamankan ratusan kaleng miras yang dibawa oleh dua warga atas nama Kristina (58) dan Ani (28), warga Entrop.

“Sesuai dengan Peraturan Gubernur yang melarang peredaran miras, sebanyak 264 kaleng miras ilegal kami amankan saat melakukan pemeriksaan sesuai dengan prosedur tetap (Protap),” katanya.

Menurut dia, hal ini sudah menjadi komitmen jajarannya untuk mencegah peredaran terhadap barang terlarang di wilayah perbatasan, sehingga tidak ada celah bagi pelaku untuk membawa barang terlarang masuk ke Indonesia.

“Personel kami (Satgas Yonif 328) rutin melakukan sweeping, patroli dan pemeriksaan terhadap pengunjung maupun pelintas batas yang masuk atau keluar wilayah Indonesia,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki