BPBD Papua Barat: Waspada Cuaca Ekstrem Banjir hingga Longsor

Antara ยท Senin, 17 September 2018 - 20:14 WIB
BPBD Papua Barat: Waspada Cuaca Ekstrem Banjir hingga Longsor

Ilustrasi banjir. (Foto: Reuters)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

MANOKWARI, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang mungkin terjadi hingga beberapa bulan ke depan. BPBD memperkirakan curah hujan mulai tinggi sejak September hingga Januari 2018.

Kepala BPBD Papua Barat Derek Ambnir menjelaskan, banjir dan longsor menjadi ancaman akibat curah hujan yang tinggi. Untuk itu, seluruh kepala daerah bersama BPBD di wilayah masing-masing diharapkan mulai bersiap-siap mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi.

"Kami juga segera mengeluarkan SK (surat keputusan) siaga bencana yang akan sampaikan ke seluruh kabupaten/kota. Bupati dan wali kota diharapkan juga melakukan hal yang sama," kata Ambnir, Senin (17/9/2018).

Berdasarkan data yang diperoleh dari para pakar perubahan iklim, kata dia, dalam 10 tahun ke depan Indonesia akan memasuki tahun-tahun basah. Curah hujan akan lebih tinggi dibandingkan dengan 10 tahun sebelumnya.

"Kita harus siap siaga, koordinasi sejak awal untuk melakukan langkah mitigasi bencana, terutama banjir dan longsor," ujarnya.

Dari 13 kabupaten dan kota di Papua Barat, lanjut Ambnir, sejumlah daerah di antaranya memiliki tingkat ancaman banjir dan longsor cukup tinggi, yakni Kabupaten Manokwari, Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, serta Sorong.

Ia berharap, kepala daerah di enam kabupaten tersebut membangun kesiapan sejak dini dalam menghadapi kemungkinan bencana alam. Selain pencegahan, upaya penanganan diharapkan dapat terkoodinasi dengan baik sejak awal.

"Hari Minggu (16/9) kemarin terjadi banjir di Kampung Nanimori Teluk Wondama. Itu bukan hoaks, sekitar 50 rumah warga tergenang banjir dari luapan Sungai Nanimori," katanya.

Hujan lebat serta banjir yang menimpa warga di salah satu kampung di Distrik Ambumi tersebut dampak badai yang terjadi di Laut Pasifik.

"Cuaca sudah mulai tidak menentu, saat ini terik bisa jadi dalam waktu berapa jam berubah jadi mendung dan hujan besar (deras), bisa juga disertai angin," kata dia.


Editor : Muhammad Saiful Hadi