Cuaca Buruk Dinilai Menjadi Penghambat Pencarian Helikopter MI 17

Antara ยท Minggu, 07 Juli 2019 - 18:45 WIB
Cuaca Buruk Dinilai Menjadi Penghambat Pencarian Helikopter MI 17

Sejumlah petugas tim gabungan melakukan persiapan untuk melakukan pencarian Heli MI17 milik TNI AD yang hilang kontak di Oksibil, Papua. (Foto: Antara).

JAYAPURA, iNews.id - Cuaca buruk di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua dinilai menjadi penghambat pencarian helikopter MI 17. Hingga saat ini tim SAR gabungan belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan helikopter milik TNI AD tersebut.

Komandan Satgas (Dansatgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG dari TNI AD Yonif 725/WRG, Letkol Inf Hendry Ginting mengatakan, cuaca buruk ini sudah berlangsung selama dua hari terakhir.

"Cuacanya ekstrem, cepat sekali berubah, gelap, hujan, kabut tebal. Apalagi di Pegunungan Bintang pada Juni hingga Agustus terkenal seperti ini cuacanya," kata Hendry saat dikonfirmasi wartawan di Kota Jayapura, Papua, Minggu (7/7/2019).

BACA JUGA: Terkendala Medan Sulit, Pencarian Heli M-17 di Oksibil Papua Dilanjutkan Besok

Menurut dia, tim SAR gabungan yang terdiri dari jajaran TNI, Polri, Pemda dan warga serta relawan ikut serta membantu pencarian tersebut. Bahkan ada warga di beberapa kampung terdekat dengan dugaan lokasi helikopter hilang kontak, masih bertahan di hutan.

"Warga yang dua hari ke sana bantu pencarian belum kembali, hingga kini belum ada kabar terkait pencarian tersebut," ujar dia.

Hendry berharap, lima personel 725/WRG yang menjadi penumpang helikopter tersebut bersama pilot dan enam kru segera ditemukan. Termasuk bila mereka berhasil mendarat dan bertahan hidup, dan menghubungi tim pencari.

Ketika ditanya apakah sudah menghubungi keluarga dari para personel yang hilang kontak itu, Hendry mengaku, hal itu sudah dilakukan.

BACA JUGA: Pencarian Helikopter MI 17, Tim SAR Sisir 2 Gunung Belum Terjamah Manusia

"Sudah, Wadan Satgas saya sudah hubungi keluarga dan menjelaskan soal masalah yang dihadapi. Keluarga dari para prajurit saya hanya meminta agar terus dilakukan pencarian dan berdoa agar segera ditemukan," katanya.

Sebelumnya, Helikopter MI-17 milik Penerbad TNI AD hilang kontak sesaat lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

"Pesawat tersebut dilaporkan membawa 12 orang terdiri dari tujuh kru dan lima personel Satgas Yonif 725/Wrg yang akan melaksanakan pergantian Pos," kata Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal