Danau Sentani di Jayapura Meluap 2 Meter, 25 Kampung Terendam

Chanry Andrew Suripatty ยท Kamis, 21 Maret 2019 - 08:46 WIB
Danau Sentani di Jayapura Meluap 2 Meter, 25 Kampung Terendam

Seorang warga melintas menggunakan perahu motor di lokasi perkampungan pinggiran Danau Sentani yang terendam banjir 2 meter. (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

JAYAPURA, iNews.id – Selain diterpa banjir bandang, luapan Danau Sentani juga menyebabkan ribuan warga Jayapura, Papua, mengungsi. Air naik setinggi 2 meter secara tiba-tiba dan merendam 25 perkampungan warga di pinggir  kawasan danau tersebut.

Data yang diperoleh dari Posko Induk, sedikitnya 2.764 kepala keluarga (KK) di pinggiran Danau Sentani untuk sementara tak bisa menempati rumahnya. Kondisi masyarakat saat ini masih relatif aman dan bantuan sedang diupayakan.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan, banjir bandang yang terjadi di Kota Sentani menyebabkan luapan air danau yang begitu luar biasa.

BACA JUGA: Puluhan Korban Tewas Banjir Sentani Akan Dimakamkan Massal Besok

“Banjir ini juga menjadikan Danau Sentani sebagai tempat sampah termasuk tempat berserakannya mayat dari Kota Sentani. Air danau sudah tak bisa lagi dikonsumsi masyarakat karena sudah penuh sampah,” ujar Mathius Awoitauw, saat meninjau Kampung Putali yang berlokasi di tengah Danau Sentani, Rabu (20/3/2019).

Bupati mengungkapkan, peristiwa banjir bandang seperti ini tak pernah terjadi sepanjang sejarah di wilayah Sentani. Para korban dan pengungsi saat ini sangat membutuhkan air bersih yang cepat.

"Kejadian itu akhirnya membuat masyarakat di pinggir danau mengungsi ke gereja dari 24 kampung di empat distrik tersebut,” kata Mathius.

BACA JUGA: Korban Tewas Banjir Sentani Capai 104 Orang, 40 Belum Diidentifikasi

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan, hingga Rabu (20/3/2019) pukul 23.00 WIT, tercatat 25 kampung di kawasan Danau Sentani terendam air. Kampung-kampung itu yakni Doyo lama, Sosiri, Yakonde, Dondai, Kwadeware, Bambrongko, Simporo, Kameyaka, Abar, Atamali, Putali, Sereh, Ifar Besar, Yoboi, Hobong, Yahim, Yobe, Ifale, Nendali, Asei Besar, Ayapo, Puay, Asei Kecil, Nolokla dan Yokiwa.

“Kondisi masyarakat saat ini masih relatif aman dan bantuan sedang diupayakan untuk dibagikan ke masyarakat,” kata Kamal.

Dia menuturkan, Polda Papua melalui Ditpolair siap membantu menyalurkan bantuan ke kampung-kampung yang hanya bisa dijangkau dengan menggunakan perahu motor.

Diketahui, banjir bandang yang terjadi Sabtu (16/3/2019) di kabupaten Jayapura,  menyebabkan 9.691 jiwa mengungsi. Tercatat 103 orang meninggal dan ratusan luka-luka serta 93 orang dilaporkan hilang.

“Saat ini ini ada 35 kantong jenazah yang belum teridentifikasi di RS Bhayangkara," tuturnya.


Editor : Donald Karouw