Debit Air Menurun, Masyarakat di Jayapura Papua Diminta Hemat Air

Antara ยท Selasa, 13 Agustus 2019 - 10:35 WIB
Debit Air Menurun, Masyarakat di Jayapura Papua Diminta Hemat Air

Debit air PDAM menurun. (Foto: Okezone).

JAYAPURA, iNews.id - Masyarakat di Kota Jayapura, Papua, diminta dapat lebih berhemat dalam penggunaan air. Hal ini lantaran terjadi penurunan debit air yang cukup drastis di beberapa sumber air.

Direktur Umum PDAM Jayapura, Entis Sutisna mengatakan, penurunan debit air ini sangat mempengaruhi kelancaran distribusi air ke pelanggan.

"Seperti Borgonji di mana ketinggian air sama rata dengan permukaan pipa outlet 20 sentimeter, sehingga beberapa wilayah pelayanan yang terdampak tidak lancar," kata Entis kepada wartawan di Kota Jayapura, Papua, Selasa (13/8/2019).

Sejumlah wilayah terdampak antara lain, Kampung Buton Skyland, Enggros, Tobati, Tanah Hitam, Abepantai, BTN Puskopad dan BTN Wemoni Kamkey.

Menurut Entis, selain itu intake Entrop yang melayani masyarakat di Hamadi dan sekitarnya juga terdampak. Karena sumber airnya turun drastis, air yang masuk ke bak penampung hanya 50 persen dari kapasitas normal.

Hal yang sama juga terjadi pada intake Anafre yang melayani pelanggan di Angkasa, Pasir II, Lembah Sunyi, Jalan Trikora, Macan Tutul, Sabang Merauke, Dok VIII atas dan IX, Kayu Batu juga Tanjung Ria.

"Sumber air Kojabu yang melayani pelanggan di wilayah Jayapura Utara dari kapasitas normal biasanya rata-rata 275 liter per detik dan mampu didistribusikan ke pelanggan kurang lebih 40 liter per detik namun kini hanya 20 liter per detik," ujar dia.

Menurut dia, ini tentunya berdampak kepada tekanan air yang masuk ke pelanggan dan jangka waktu air menampung ke reservoar juga menjadi lama.

Lalu sumber air Kamp Wolker juga mengalami penurunan hal ini bisa dilihat dari volume air yang masuk ke pipa 10 inchi di reservoar TMP di Padang Bulan hanya 50 persen.

Sementara ini telah dilakukan upaya penggiliran langsung di sumber air untuk intake Entrop, sehingga setiap hari petugas mulai pagi dan sore mengatur langsung di sumber air.

"Kemudian petugas juga membersihkan saringan di sumber air, sehingga akan memperlancar distribusi air dari pipa transmisi sampai ke reservoar juga membersihkan intake dwri material serta bebatuan," katanya.

Dia menambahkan, kondisi ini merupakan fenomena atau siklus tahunan di mana mendekati September cenderung debit menurun.

Selain itu, dampak dari terbukanya akses masyarakat ke daerah tangkapan air yakni pohon-pohon di area sumber air. Bahkan di atas sumber air sudah menjadi area peladangan dan kayu-kayu banyak yang ditebang untuk kayu bakar.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal