Depresi, Perempuan Asal Manado Ngamuk dan Buka Baju di Raja Ampat

Chanry Andrew Suripatty ยท Rabu, 01 Mei 2019 - 18:40 WIB
Depresi, Perempuan Asal Manado Ngamuk dan Buka Baju di Raja Ampat

Perempuan asal Manado yang bicara ngelantur dan mengamuk di depan rumah warga di Raja Ampat akhirnya dapat tenang setelah dibujuk petugas dan pendeta. (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

WAISAI, iNews.id – Seorang perempuan tak dikenal mendatangi rumah salah satu warga di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Sapordanco, Distrik Waisai Kota, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Rabu (1/5/2019). Perempuan itu berdiri di depan pintu rumah dan mulai berbicara melantur serta mengamuk.

Kejadian ini pun menyita perhatian warga dan pengguna kendaraan yang melintas di sekitar lokasi. Perempuan yang diduga depresi itu bahkan beberapa kali coba membuka baju dan celananya. Namun aksi nekat itu dapat dicegah warga dan anggota polwan.

Selama kurang lebih tiga jam petugas gabungan coba memberikan tindakan preventif dengan melakukan pendekatan. Dua polwan dan seorang anggota TNI berpakaian sipil mendekatinya agar perempuan tersebut tak melakukan hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri dan membahayakan warga lain.

Usaha itu perlahan berhasil setelah seorang pendeta mendatangi lokasi. Setelah 30 menit, akhirnya perempuan itu mau dibawa pergi dengan bus milik Polres Raja Ampat ke rumah sang Pendeta untuk sementara waktu.

Berdasarkan identitas pada saku dompetnya, perempuan tersebut diketahui bernama Aulia DG Matarang (38), asal Manado, Sulawesi Utara (Sulut), yang beralamat di Jalan Yos Sudarso Lingkungan VII, Kelurahan Kairagi Weru, Kecamatan Tikala.

Informasi yang dirangkum, sebelum tiba ke rumah warga, perempuan yang diduga depresi itu sudah diamankan polisi. Perempuan ini berangkat dari Pelabuhan Feri di Kota Sorong menuju Waisai dengan menggunakan kapal cepat, Selasa (30/5/2019).

Setelah tiba di Waisai, perempuan ini kemudian sempat ke Polres Raja Ampat untuk melaporkan suatu masalah. Karena melihat gelagatnya yang mengarah ke depresi, polisi mengantarnya ke Kota Waisai.

"Polisi sudah sempat menghubungi keluarga perempuan itu melalui nomor ponsel miliknya. Tetapi keluarganya di Manado belum ada tanggapan," kata seorang polwan.

Saat ini keberadaan perempuan tersebut bersama dengan pendeta setempat. Warga dan petugas berharap keluarganya bisa datang dan membawanya pulang kembali.


Editor : Donald Karouw