Gempa Bumi Susulan Magnitudo 4,2 Guncang Kabupaten Raja Ampat Papua Barat

Chanry Andrew Suripatty ยท Sabtu, 07 September 2019 - 09:02 WIB
Gempa Bumi Susulan Magnitudo 4,2 Guncang Kabupaten Raja Ampat Papua Barat

Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Okezone)

RAJA AMPAT, iNews.id – Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, diguncang gempa bumi susulan berkekuatan Magnitudo 4,2, Sabtu (7/9/2019), pukul 08.28 WIT. Sebelumnya gempa bumi M5,4 yang kemudian diperbaharui menjadi M5,1 juga mengguncang wilayah yang beribu kota di Waisai itu, pukul 04.14 WIB.

Infomasi dari Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sorong, episenter gempa bumi terletak pada titik koordinat 0,45 Lintang Selatan (LS) dan 130,64 Bujur Timur (BT). Gempa tepatnya berjarak 21 kilometer (km) dari arah Barat Raja Ampat dengan kedalaman 10 km.

Sementara episenter gempa bumi M5,1 sebelumnya terletak pada koordinat 0,15 LS dan 130,62 BT, atau tepatnya berlokasi di darat. Gempa berjarak 35 kilometer (km) dari arah Barat Laut Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, dengan kedalaman 10 km. Sebelumnya, pada pukul 00.55 WIT juga terjadi gempa bumi berkekuatan M3,3 di Kabupaten Raja Ampat.


BACA JUGA: Gempa Bumi Magnitudo 5,4 Guncang Raja Ampat Papua Barat, Tak Berpotensi Tsunami


Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono sebelumnya mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme penyesaran normal (normal fault),” kata Rahmat Triyono dalam keterangan pers yang diterima, Sabtu (7/9/2019) pagi.

Rahmat juga mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,” katanya.


Editor : Maria Christina