Guru SMA dan SMK di Jayawijaya Papua Ancam Boikot Ujian Nasional

Antara ยท Minggu, 10 Februari 2019 - 15:09 WIB
Guru SMA dan SMK di Jayawijaya Papua Ancam Boikot Ujian Nasional

Ilustrasi demo guru. (Foto: Okezone)

WAMENA, iNews.id - Sejumlah Guru Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, mengancam melakukan boikot Ujian Nasional. Seruan ini disampaikan lantaran belum adanya kejelasan mengenai pembayaran insentif untuk mereka.

Seorang guru SMA Negeri 1 Wamena, Jordan Tabuni mengatakan insentif mereka untuk tiga triwulan belum diterima dan tidak ada kejelasan dari pemerintah. Bahkan, pembayaran insentif ini masih terkesan menjadi tarik ulur antara pemerintah provinsi (Pemprov) dan Pemkab.

"Kami sepakat akan melakukan rapat di SMA Negeri 1 Wamena untuk rencana melakukan boikot terhadap Ujian Nasional. Kami ingin dari provinsi atau Bupati Jayawijaya turun sendiri untuk melihat keluhan ini," katanya di Wamena, Minggu (10/2/2019).

Dia mengatakan, sebelumnya dari hasil demonstrasi guru-guru di Jayapura, Gubernur Papua telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) agar pembayaran insentif dilakukan oleh pemkab/pemkot.

Namun saat para guru di Jayawijaya mendatangi pihak Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jayawijaya, mereka menyatakan tidak bertanggungjawab untuk membayarkan insentif guru.

"SK Gubernur Nomor 28, insentif itu harus diselesaikan oleh Pemkab/Pemkot di Papua. Beberapa kabupaten dan kota sudah dibayarkan, sementara masih ada tujuh Kabupaten belum. Jayawijaya dianggap sudah dibayarkan, padahal kami baru menerima satu triwulan," katanya.

Dia mengatakan, rapat para guru SMA dan SMK terkait rencana boikot akan dilakukan pada Senin (11/2/2019) "Untuk SMA yang ada dalam kota, jumlahnya ada 10. Kalau ditambah dengan yang ada di luar Kota Wamena ada 15 SMA dan SMK," katanya.


Editor : Himas Puspito Putra