Ikan Mati di Maralol, JOB Pertamina-PetroChina Salawati: Bukan karena Limbah

Aditya Pratama ยท Minggu, 12 Mei 2019 - 17:10 WIB
Ikan Mati di Maralol, JOB Pertamina-PetroChina Salawati: Bukan karena Limbah

JOB Pertamina-PetroChina Salawati menegaskan tidak ada pencemaran di Sungai Maralol, Papua Barat akibat limbah perusahaan. (Foto: Ilustrasi/okezone).

JAKARTA, iNews.id, - JOB Pertamina-PetroChina Salawati (JOB P-PS) memastikan kematian ratusan ikan dan udang di Sungai Maralol, Papua Barat, tidak terkait dengan pembuangan limbah dari operasional perusahaan mereka. JOB P-PS telah melakukan pengujian terhadap kualitas air limbah dan air Sungai Maralol dan melaporkan kepada seluruh instansi terkait.

”Dalam kegiatan operasional, JOB P-PS telah melakukan pengolahan air limbah produksi sebelum dibuang di Sungai Maralol, melakukan pengujian terhadap kualitas air limbah dan air Sungai Maralol secara rutin serta melaporkan kepada KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Dinas LH Kabupaten Sorong dan Dinas LH Provinsi Papua Barat. JOB P-PS juga telah memiliki Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) air terproduksi,” kata Relations JOB P-PS Ellison Simbolon melalui keterangan tertulis, Minggu (12/5/2019).

Pernyataan Elisson merespons pemberitaan yang menyebutkan ratusan ikan dan udang mati membusuk di Sungai Maralol. Kematian ikan tersebut diduga akibat limbah JOB P-PPS. Dugaan ini sesuai keterangan tokoh adat pemilik hak ulayat Sungai Maralol, Mesak Moifilit.

BACA JUGA: Ratusan Ikan dan Udang Mati Membusuk di Sungai Maralol Papua Barat

Ellison mengatakan, pengujian laboratorium air limbah terproduksi oleh laboratorium independen terakreditasi KAN setiap bulan dan dilaporkan setiap 3 bulan sekali kepada KLHK, Dinas LH Kabupaten Sorong dan Dinas LH Provinsi Papua Barat.

Pengujian lab air Sungai Maralol oleh laboratorium independen terakreditasi KAN setiap 6 bulan dan dilaporkan kepada KLHK, Dinas LH Kabupaten Sorong dan Dinas LH Provinsi Papua Barat

Menurut Ellison, pada 2 Mei 2019 JOB P-PS melakukan pengambilan sampel air dan melakukan pemeriksaan langsung dengan menyelusuri titik lokasi yang diduga terjadi pencemaran di Sungai Maralol dan tidak ditemukan adanya indikasi pencemaran.

”Pada tanggal 3 Mei 2019 Polres Sorong juga telah melakukan pemeriksaan langsung dengan menyelusuri titik lokasi yang diduga terjadi pencemaran di Sungai Maralol dan tidak ditemukan adanya indikasi pencemaran,”ujarnya.

Ellison menerangkan, pada 9 Mei 2019, JOB P-PS bersama SKKMigas Pamalu dan Dinas KLH Pemkab Sorong telah membahas dugaan pencemaran di Sungai Maralol dan disimpulkan tidak ada pencemaran di Sungai Maralol yang diakibatkan oleh kegiatan operasional JOB P-PS.

Menurutnya, dengan segala prosedur yang dilakukan JOB P-PS, pemberitaan mengenai dugaan pencemaran akibat air limbah JOB P-PS di Sungai Maralol tidak benar karena tak berdasarkan pada hasil pengecekan yang valid dan data hasil laboratorium dari lembaga independen.


Editor : Zen Teguh