Kapolda Papua Beberkan Kronologi KKB Tembaki Puluhan Pekerja di Nduga

Chanry Andrew Suripatty ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 21:40 WIB
Kapolda Papua Beberkan Kronologi KKB Tembaki Puluhan Pekerja di Nduga

Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin menggelar konpres penembakan puluhan pekerja PT IStaka Karya oleh KKB di Hanggar Bandara Mozes Kilangin Timika, Jumat(7/11/2018). (Foto: iNews.id/Chanry Andrew Suripatty)

TIMIKA, iNews.id – Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menggelar konferensi pers (konpres) terkait kronologi penembakan terhadap puluhan pekerja PT Istaka Karya oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua.

Konpres yang digelar di Hanggar Bandara Mozes Kilangin Timika, Jumat(7/11/2018) pukul 08.0 WIT, juga dihadiri Wakapolda Papua Brigjen Pol Yakobus Marjuki, Direktur PT Istaka Karya, dan sejumlah perwira menengah (Pamen) Polri dan TNI.

Kapolda Papua mengatakan, dari keterangan saksi, pada 1 Desember 2018, 28 karyawan PT Istaka Karya berada di kamp. Saat bersamaan ada kegiatan masyarakat bakar batu. Beberapa karyawan PT Istaka Karya kemudian turut ikut bakar batu yang dimulai dari pukul 09.00-15.00 WIT.

Selesai acara bakar batu, KKB pimpinan Egianus Kogoya mendatangi kamp dan seluruh karyawan yang ada di kamp dikeluarkan dan diperintahkan untuk diikat. Puluhan karyawan tersebut kemudian digiring sampai ke Kampung Karunggame. Mereka kemudian bermalam di kampung tersebut kondisi tangan terikat.

Keeseokan harinya, Minggu (2/12/2018) sekitar pukul 08.00 WIT, seluruh karyawan yang disandera ini diperintah untuk berjalan ke Puncak Kabo. Perjalanan tersebut menempuh waktu 2 jam di lereng Bukit Kabo. Mereka lalu diperintahkan untuk berbaris dan jongkok.

BACA JUGA:

Cerita Korban Selamat: KKSB Menembaki Pekerja Sambil Menari-nari

16 Jenazah Korban Penembakan KKB Diterbangkan ke Makassar dan Jakarta

Sambil melakukan tarian perang, KKB mengeksekusi satu per satu pekerja proyek. Tiga korban yang masih hidup kemudian melarikan diri, namun kembali ditangkap KKB dan dieksekusi menggunakan parang.

Beberapa pekerja lainnya yang masih hidup kembali mencoba melarikan diri. Namun, d orang lagi tertangkap dan juga dieksekusi. Sedangkan enam orang lainnya berhasil melarikan diri dengan berbeda arah. Empat orang berhasil selamat, yakni Jimmy Aritonang, Martinus sampe, Ayub, dan Jefriyanto. Tiga luka tembak, yakni Jimmy, Simanjuntak dan Hutagaol yang dan sampai saat ini masih belum ditemukan.

Menurut Kapolda, korban yang selamat tersebut berlindung jalan kaki kerah pos TNI di Mbua. Malamnya sekitar pukul 05.00 WIT, Pos Mbua diserang. Mendapat serangan dari KKB dengan tameng masyarakat yang juga ikut melempar dengan batu dari semua arah pos, kemudian terjadi penembakan.Wadanpos Mbua, Serda Handoko terkena tembak dan gugur dalam kejadian itu. Sedangkan Pratu Sugeng mengalami luka tembak. Kontak tembak terjadi pada pukul 05.00 sampai 21.00 WIT. “Kontak tembak berhenti karena hujan deras,” kata Kapolda.

Menurut Kapolda, pada Minggu, 2 Desember 2018, informasi tersebut masih simpang siur terkait adanya penembakan dan penyanderaan. Pada Senin (3/12/2018), dengan izin Panglima Kodam, personel TNI/Polri yang ada di Wamena untuk dikirim  ke TKP dari Kodim Jayawijaya dan Polres  Jayawijaya dengan jumlah 25 orang berangkat dengan menggunakan mobil.

“Di tengah jalan, masyarakat menghentikan personel gabungan. Sehingga, mereka kembali ke pos. Dari informasi masyarakat kekuatan anggota saat itu tidak seimbang dengan KKB,” katanya.

Berdasarkan laporan ini, Polda Papua meminta bantuan dari Kodam XVII/Cenderawasih untuk mengerahkan anggota TNI/Polri yang ada di wilayah Jayawijaya untuk bergabung dengan anggota TNI/Polri di Wamena.

Kemudian pada Selasa (4/12/2018) pagi, mereka berangkat menuju ke lokasi yang diperkirakan berada di Distrik Mbua. Mereka berangkat dengan mengunakan 25 unit kendaraan  dengan jumlah personel 149.

“Dari laporan anggota yang sudah menemukan empat karyawan PT Istaka Karya dan enam warga sipil berhasil diamankan. Dengan bantuan heli MI milik TNI korban tersebut dievakuasi dari Mbua ke Wamena,” bebernya.

Pangdam XVII/ Cenderawasih mengatakan, terkait kejadian di Nduga, Panglima TNI memerintahkan agar melakukan operasi perbantuan kepada Polri dengan cepat tepat dan terukur.

“Oleh karenanya dengan pertimbangan cuaca dan medan yang ada serta hambatan-hambatan yang dilakukan oleh KKB, maka TNI mengirimkan pasukan 1 SSK, dan 4 helikopter. Dari operasi, evakuasi korban, kami dapat menyalamatkan korban baik hidup maupun meninggal,” tandasnya. 


Editor : Kastolani Marzuki