Kapolda Papua Pastikan Polisi Penembak Warga di Merauke Akan Dipecat

Antara ยท Kamis, 04 Juli 2019 - 08:29 WIB
Kapolda Papua Pastikan Polisi Penembak Warga di Merauke Akan Dipecat

Ilustrasi penembakan. (Foto: Okezone)

JAYAPURA, iNews.id – Anggota Polsek Kimaam, Kabupaten Merauke, Papua, Brigpol RK, menembak warga benama Yohan Moiwend (32), saat menenggak minuman keras (miras) di Kampung Wogekel, Distrik Ilwayab. Atas peristiwa yang terjadi pada 2 Juni 2019 itu, Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf A Rodja memastikan Brigpol RK akan mendapat sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau pemecatan.

“Sebagaimana arahan dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, oknum polisi di Merauke (Brigpol RK) akan di-PTDH,” katanya di Kota Jayapura, Rabu (3/7/2019).

Menurut dia, kasus penembakan tersebut telah mencoreng nama institusi dan menjadi perhatian semua pihak. Pihaknya perlu mengambil langkah tegas agar kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak.


BACA JUGA: Oknum Polisi Tembak 2 Warga di Jayapura Papua


Saat ini, kasus tersebut telah sampai pada tahap I pelimpahan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Merauke. “Sebagaimana laporan dari Kapolres Merauke, kasus itu sudah pada tahap I,” katanya.

Mantan Kapolda Papua Barat itu mengatakan, dengan adanya kasus tersebut, dia telah menginstruksikan kepada jajarannya di lapangan agar lebih berhati-hati dalam menggunakan senjata api.

“Saya sudah sampaikan kepada para kapolres agar melakukan pengecekan kepada anggota yang menggunakan senjata api. Yang suka mabuk, senjatanya ditarik dan lakukan tes rutin untuk hal ini,” katanya.

Dia menegaskan, Polda Papua tidak pernah menutupi kasus atau persoalan yang terjadi. Pihaknya telah memberikan peringatan kepada personel di lapangan agar tidak mengonsumsi miras ataupun barang haram lainnya.

Brigpol RK diketahui menembak korban bernama Yohan Moiwend di Kafe Tanjung Bunga, Kampung Wogekel, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua pada 2 Juni 2019. Korban dan teman-temannya bersama pelaku menenggak miras di Kafe Tanjung Bunga. Hanya karena salah paham antara korban dan pelaku, keduanya bertengkar mulut hingga adu jotos dan berujung pada penembakan.

Korban Yohan Moiwend dikabarkan tewas bersimbah darah, diduga karena tembakan dari Brigpol RK. Kasus ini sempat menghebohkan Distrik Wogekel, Kabupaten Merauke, karena jenazah Yohan Moiwend dikabarkan sempat diarak warga dan dibawa ke polsek setempat.


Editor : Maria Christina