Kapolres Klaim Tembagapura Steril dari KKB, Pemilu Diprediksi Kondusif

Antara ยท Senin, 04 Maret 2019 - 11:14 WIB
Kapolres Klaim Tembagapura Steril dari KKB, Pemilu Diprediksi Kondusif

Kantor Polres Timika yang menangani wilayah Tembagapura, Mimika, Jayapura, Papua. (Foto: iNews/Nathan Making)

TIMIKA, iNews.id – Kapolres Mimika, Papua AKBP Agung Marlianto mengklaim wilayah Distrik Tembagapura kini sudah steril dari keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Dengan begitu, penyelenggaraan Pemilu Serentak 17 April di Mimika, termasuk di wilayah Distrik Tembagapura nantinya bisa berjalan kondusif.

Agung mengatakan, berdasarkan laporan dari pihak Pemerintah Distrik Tembagapura dan perangkat kampung, para anggota kelompok kriminal separatis bersenjata sudah meninggalkan wilayah Distrik Tembagapura. Sebelumnya, KKB menduduki sejumlah kampung seperti Banti, Kimbeli, Opitawak hingga Aroanop.

“Untuk sementara ini KKB steril di Distrik Tembagapura. Berdasarkan laporan yang kami terima, mulai dari Aroanop, Banti, bahkan sampai di kepala air Tsinga, kami memastikan KKB sudah tidak ada. Mereka sudah keluar dari wilayah itu dan bisa saja mereka berkumpul di beberapa tempat lain yang sedang terjadi konflik,” kata AKBP Agung di Timika, Senin (4/3/2019).

BACA JUGA:

2 Kelompok Nyaris Bentrok, Polres Mimika Razia Rumah Warga

Anggota TNI Tewas Ditembak KKB di Mapenduma, Kabupaten Nduga Papua

Agung mengatakan, menyikapi kondisi tersebut, Kapolres memastikan penyelenggaraan Pemilu pada 17 April 2019 aman. Warga yang terdaftar sebagai pemilih diharapkan dapat menggunakan hak pilih mereka secara demokratis pada Pemilu 17 April 2019 nanti tanpa rasa takut dan terancam akibat keberadaan KKB.

Menurut Agung, saat penyelenggaraan Pilkada Mimika 2018, beberapa tempat seperti di Aroanop dan beberapa kampung di Distrik Tembagapura masih diduduki KKB. Namun, sejak pengiriman logistik, pemungutan suara, rekapitulasi suara hingga rapat pleno, semua berjalan lancar.

“Kami berharap kondisi serupa juga terjadi pada Pemilu 17 April 2019 sehingga semua warga negara bisa menggunakan hak pilih mereka secara demokratis,” ujarnya.

Saat Pilkada Mimika 2018, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di wilayah Aroanop dan sekitarnya sebanyak 18 TPS. Pengiriman logistik Pilkada dari Timika ke Aroanop dan kampung-kampung di sekitarnya saat itu dikawal ketat oleh aparat kepolisian.

Untuk penyelenggaraan Pemilu Serentak 17 April 2019, jumlah TPS di wilayah Distrik Tembagapura diperkirakan bertambah mengingat pemilih yang menggunakan hak pilih di setiap TPS kini dibatasi maksimal 400 orang.

Sesuai data KPU Mimika, jumlah TPS pada Pemilu 17 April 2019 ditetapkan sebanyak 911 TPS. Jumlah pemilih sementara yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 231.265. KPU Mimika mencatat sebanyak 457 orang caleg yang tersebar pada enam daerah pemilihan (dapil) akan bersaing ketat memperebutkan jatah 35 kursi DPRD Mimika periode 2019-2024.


Editor : Maria Christina