Kasus Tewasnya Tukang Ojek di Mimika Terungkap, Polisi Tembak Pelaku

Nathan Making ยท Jumat, 02 November 2018 - 17:16 WIB
Kasus Tewasnya Tukang Ojek di Mimika Terungkap, Polisi Tembak Pelaku

Polisi saat menangkap K, pelaku pembunuhan di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua. (Foto: iNews/Nathan Making)

TIMIKA, iNews.id – Kasus pembunuhan di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua, yang sempat membuat daerah itu mencekam akhirnya terungkap. Polisi pun bergerak cepat mengungkap kematian Amran, seorang tukang ojek yang ditemukan tewas mengenaskan dengan luka aniaya senjata tajam, Kamis (1/11/2018). 

Hasil penyelidikan, petugas menangkap pelaku pembunuhan saat sedang istirahat di kediamannya di wilayah Kwamki Narama, Jumat (2/11/2018) pukul 10.00 WIT. Selain menangkap pelaku yang diketahui berinisial K, polisi juga menyita sebilah parang yang diduga digunakannya untuk membunuh korban. Parang itu terdapat di samping tubuhnya saat tertidur dan digerebek petugas.

BACA JUGA: Ribuan Tukang Ojek di Timika Desak Polisi Tangkap Pembunuh Laheru

Dalam penangkapan tersebut, pelaku K coba melawan hingga akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kakinya. Selanjutnya, dia dibawa ke Polsek Mimika Baru untuk penyelidikan lebih lanjut mengungkap motif pembunuhan sadis tersebut.


“Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengembangan, pelaku berhasil diidentifikasi dan langsung dilakukan penangkapan,” kata Kanit Reskim Polsek Mimika Baru Ipda Andi Suhidin, Jumat (2/11/2018).

Dia menjelaskan, berdasarkan pengakuannya, motif pembunuhan lantaran pelaku kesal saat sedang mengikuti prosesi adat perdamaian, busur dan panah miliknya dipatahkan salah satu anggota kelompoknya. Kekesalan itu kemudian dia lampiaskan kepada korban yang sedang melintas di Jalan Freeport Lama.

“Pelaku kesal dan berjalan ke belakang. Di sanalah dia bertemu korban dan langsung lampiaskan kekesalan dengan menganiayanya menggunakan senjata tajam hingga tewas. Pelaku kemudian membawa motor korban yang masih kami cari. Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman di atas lima tahun penjara,” ujarnya.

Diketahui, usai pembunuhan, Distrik Kwamki Narama sempat mencekam. Ribuan warga dan rekan seprofesi korban turun ke jalan menuntut polisi menangkap pelaku pembunuhan sadis tersebut.


Editor : Donald Karouw