Kejari Sorong Usut Dugaan Korupsi Normalisasi Sungai Rp5,2 Miliar

Chanry Andrew Suripatty ยท Sabtu, 03 Agustus 2019 - 09:10 WIB
Kejari Sorong Usut Dugaan Korupsi Normalisasi Sungai Rp5,2 Miliar

Penyidik Kejari sedang memeriksa salah satu pihak terkait dalam dugaan kasus normalisasi sungai di Sorong, Papua Barat. (Foto: iNews/Andrew Chanry).

SORONG, iNews.id - Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong menyelidiki dugaan kasus korupsi proyek normalisasi sungai Malawili yang berlokasi di Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Pagu anggaran proyek tersebut senilai Rp5,2 miliar.

Tim penyidik Kejari Sorong, Yusran A Baadilla mengatakan, dalam hasil penyelidikan kasus itu, terdapat indikasi kerugian terhadap negara. Tim sudah meningkatkan proses penyelidikan menjadi penyidikan.

"Proyek normalisasi sungai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Papua Barat tahun anggaran 2017, bersumber dari APBD dengan pagu anggaran Rp5,2 miliar," kata Yusran kepada wartawan di Kabupaten Sorong, Papua Barat, Jumat (3/8/2019).

BACA JUGA: Korupsi Dana HUT RI Tahun 2017, Kepala Kesbangpol Padanglawas Utara Masuk Bui

Pengerjaan normalisasi sungai ini dikerjakan PT Papua Indo Mustika dengan nilai penawaran sebesar Rp3,9 miliar dengan waktu pengerjaan selama 45 hari. Tim Kejari Sorong saat ini telah masuk tahap pemeriksaan pihak-pihak terkait.

Sejauh ini, menurut Yusran, sudah ada sejumlah saksi yang dilakukan pemeriksaan yaitu Konsultan Pengawas berinisial (W), PPK (IK) dan Plt. Kepala Dinas PUPR provinsi Papua Barat berinisial (S). Sudah ada lima orang yang telah diperiksa penyidik.

"Untuk di tingkat penyidikan, lima plus tiga, jadi delapan orang, harusnya hari ini kami periksa bendahara pengeluaran, namun yang bersangkutan sedang mempunyai kepentingan lain," kata Kepala Seksi Pemusnahan Barang Bukti Kejari Sorong itu.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal