Kembali ke Pangkuan NKRI, Anggota OPM Serahkan Senjata M16A1

Andi Mohammad Ikhbal ยท Sabtu, 26 Januari 2019 - 02:06 WIB
Kembali ke Pangkuan NKRI, Anggota OPM Serahkan Senjata M16A1

Proses penyerahan diri anggota OPM ke pangkuan NKRI yang ditandai dengan serah terima senjata M16A1 di Pos Kotis, Skouw, Papua. (Foto: DIspenad)

JAKARTA, iNews.id – Dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) berinisial AK dan AG beserta keluarganya memilih kembali ke pangkuan bangsa. Mereka berikrar setia menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Danrem 172/Praja Wira Yakti (PWY) Kolonel Inf J Binsar Parluhutan Sianipar mengatakan, dalam prosesnya, kedua anggota OPM beserta keluarga itu menyerahkan satu pucuk senjata M16A1 dan 7 butir amunisi kaliber 5.56 mm. Mereka datang menyerahkan diri kepada Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH di Pos Kotis, Skouw, Papua.

“Mereka merupakan warga negara Indonesia dan saudara kita yang memang harus diterima kembali. Tekad mereka kembali dan setia kepada NKRI merupakan berkah dari komunikasi yang baik dari satgas selama ini,” ujar Binsar dalam keterangan tertulisnya yang diterima iNews.id, Jumat (25/1/2019).

Dansatgas Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari berharap, sikap yang diambil AK dan AG dapat menjadi contoh serta diikuti anggota-anggota OPM yang lain untuk dapat kembali kepada NKRI.

“Tentunya kami sangat berharap saudara-saudara kami lainnya di sana dapat kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama membangun Papua untuk menciptakan kemajuan bagi daerah ini,” kata Erwin.

BACA JUGA: Jaga NKRI, TNI Patroli Menembus Rawa dan Belantara Perbatasan RI-PNG

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru mengucapkan terima kasih kepada Dansatgas Pamtas beserta jajarannya. Karena melalui pendekatan dan komunikasi yang begitu baik, ada anggota OPM yang kembali menyatakan setia kepada NKRI.

“Saudara kita ini (AK dan AG) menyatakan suatu sikap dan komitmen penuh untuk kembali ke Pangkuan NKRI,” ucapnya.


Dalam pengakuannya, AK menuturkan sudah lama ingin kembali ke NKRI namun menurutnya tidak ada yang memfasilitasi keinginan tersebut. Apalagi selama ini dia melihat personel Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH telah banyak memberikan bantuan bahan pokok dan pangan, serta pengobatan kepada keluarganya yang dilakukan secara kontinuitas.

“Saya merasa satgas TNI sudah banyak memberikan bantuan terhadap keluarga sehingga berkeinginan kuat untuk kembali ke pangkuan NKRI dan menyerahkan senjata jenis M16A1,” ucap AK.

Dia menceritakan, selama ini hidupnya di hutan susah. Perjuangannya sia-sia dan tidak ada artinya. Karena itu dia membawa 6 anggota keluarganya, yaitu PGK (Istri), 4 anak serta AG (menantu AK/Anggota OPM) dan ingin hidup normal di tengah masyarakat.

AK menuturkan ingin diakui sebagai warga negara Indonesia (WNI) dengan memiliki KTP. Dikarenakan dirinya dan keluarga hingga saat ini belum memiliki KTP dan ingin anak-anaknya dapat bersekolah serta ingin mempunyai tempat tinggal yang layak.

“Jadi saya pikir-pikir jika seperti itu terus, tinggal di hutan dan anak-anak tidak bersekolah maka tidak baik. Saya meminta tolong ke satgas agar dapat membantu beasiswa anak-anak supaya dapat sekolah. Bantu saya agar bisa mendapatkan rumah untuk keluarga, karena itu saya menyerahkan diri kembali di sini (NKRI),” tuturnya.

Sementara AG mengungkapkan, dirinya beserta istri dan anaknya tersiksa hidup di hutan dan dihantui rasa bersalah kepada saudara lain yang setia kepada NKRI.

“Saya beserta keluarga mengikrakan diri untuk kembali ke NKRI dan akan menjadi warga negara Indonesia yang baik,” ucapnya.

Hadir dalam jumpa pers tersebut Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad, Kepala Pos PLBN  Yan Numberi, Kadistrik Muara Tami Supriyanto, Komandan Kodim (Dandim) 1701/ Letkol Inf Johanis Parinussa beserta tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.


Editor : Donald Karouw