Kepala BNPB Makan Papeda Bersama 1.000-an Warga Sekitar Danau Sentani Papua

Aditya Pratama ยท Kamis, 05 September 2019 - 10:58 WIB
Kepala BNPB Makan Papeda Bersama 1.000-an Warga Sekitar Danau Sentani Papua

Kepala BNPB Doni Monardo saat bersama bersama warga sekitar Danau Sentani, Jayapura, Papua. (Foto: Istimewa)

JAYAPURA, iNews.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo kunjungan kerja ke Sentani, Jayapura, Papua. Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus itu menyerahkan sejumlah bantuan untuk menggeliatkan ekonomi bagi ribuan korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di Danau Sentani pada Maret 2019.

Kedatangan Doni Monardo turut didampingi para Deputy BNPB. Mereka bertemu dengan tetua adat atau Ondofolo dan 1.000-an masyarakat adat se-Danau Sentani dalam acara bertajuk ‘Kebersamaan dalam se-Helai Papeda, dari Pinggiran Danau Sentani untuk Persatuan dan Kedamaian bagi Tanah Papua dan Indonesia’ di Bumi Kenambai Umbai, Sentani, Jayapura, Selasa (3/9/2019).

Kepala BNPB beserta rombongan diarak dari dermaga menuju tempat pertemuan yang telah dipadati masyarakat setempat. Saat memasuki pelataran panggung acara, mantan Komandan Paspampres itu disemati tanda kehormatan berupa hiasan kepala khas Cenderawasih dan sebuah tas noken yang dianyam para Mama Sereh Tua.


Dalam pertemuan itu, Kepala BNPB menyerahkan sejumlah bantuan, di antaranya perahu katamaran, alat pengasap ikan, 100.000 bibit pohon masohi dan dua pabrik sagu yang rencana akan dibangun di Sentani, sebagai wilayah dengan ladang pohon sagu terbesar di Indonesia.

Selain itu, secara simbolis Kepala BNPB menyerahkan 10 unit mesin pengasap ikan kepada warga Danau Sentani. Dalam waktu dekat, akan menyusul ratusan mesin pengasap ikan lainnya bantuan Presiden Jokowi.

BACA JUGA: Kisah Dua Doni Monardo, Bertemu setelah 6 Bulan Pascabanjir di Sentani Papua

"Total semua mesin asap ikan ada 260 unit, 10 sudah diserahkan. Masih ada 200 mesin pengasapan ikan dari Presiden yang akan segera dikirim dan 50 dari sumbangan lainnya," ujar Doni, didampingi tokoh adat Papua Yanto Eluway, Selasa (3/9/2019).

Doni menilai ada potensi besar yang dimiliki Jayapura, khususnya di sektor perikanan. Namun hal tersebut masih belum dimaksimalkan. Oleh karena itu, pemerintah pusat melalui BNPB mengharapkan masyarakat Papua dapat mengembangkan potensi dan bersaing dengan wilayah lain bahkan menjadi primadona.

"Saya diberi tugas oleh Bapak Presiden Joko Widodo untuk memberikan bantuan alat asap ikan, khususnya untuk mama-mama agar dapat mengelola ikan sehingga memiliki nilai lebih. Dan ikan dari laut Papua serta ikan dari Danau Sentani bisa dikirim dan dinikmati ke Jakarta bahkan mancanegara," kata Doni.


Dalam program ini PT Garuda Indonesia akan mensubsidi dari sisi pengangkutan, PT Bukalapak untuk pengemasan dan pemasaran serta BRI untuk skema permodalan.

Dia menuturkan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan sosial ekonomi bagi warga Sentani yang terdampak bencana banjir bandang pada 16-17 Maret 2019 lalu. Bagi masyarakat, bantuan ini dinilai mampu memulihkan kepercayaan sekaligus melengkapi potensi yang ada di sekitar Danau Sentani.

Selanjutnya, Doni menyampaikan dua pabrik sagu juga akan dibangun sebagai langkah awal pemanfaatan tanaman yang banyak dijumpai di Sentani agar menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual lebih. Semua itu untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat Papua.

“Sentani penuh dengan tanaman sagu. Papua merupakan kawasan dengan hutan sagu terluas di dunia. Sayang kalau hal itu belum dimaksimalkan," tuturnya.


Menurutnya, dengan teknologi baru ini, sagu tidak hanya bahan baku papeda, tapi juga bisa dikembangkan menjadi jenis olahan lain seperti kwetiau, udon, tepung, dan sebagainya. Karena itu, Doni mendorong agar Pemkab Jayapura segera memberi lahan yang strategis sebagai calon lokasi berdirinya pabrik.

Dalam kesempatan itu, BNPB juga menyerahkan perahu katamaran untuk setiap kampung di pesisir Danau Sentani. Katamaran yang sebelumnya telah diuji coba langsung Kepala BNPB dan rombongan. Nantinya kapal ini bisa untuk patroli, kebersihan danau, pariwisata dan kegiatan lain yang menunjang masyarakat Danau Sentani.

Adapun untuk pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, BNPB juga secara simbolis memberikan bantuan berupa bibit pohon masohi. Keistimewaan dari masohi terletak pada kulit kayunya sebagai bahan baku parfum. Salah satu perusahaan yang mengembangkan kulit kayu masohi ialah produksi parfum merek Hermes.

Dalam acara yang dihadiri sekitar 1.000-an warga masyarakat Sentani Jayapura dilangsungkan prosesi makan sagu se-Helai Papeda. Filosofi dan makna acara adat ini yakni, ‘jika ada masalah, ada perseteruan, perbedaan pendapat, maka dengan makan bersama se-Helai Papeda segala urusan menjadi selesai dalam semangat damai. Se-Helai Papeda jika diterjemahkan bebas, artinya sebaskom atau senampan sajian papeda, makanan khas Papua berbahan baku sagu.

Prosesi adat se-Helai Papeda  diikuti oleh seluruh masyarakat di bawah tenda yang sudah disiapkan.

"Papeda merupakan tanda persatuan dan kesatuan. Dengan makan (papeda) bersama artinya semua bersatu dengan para pemimpin kampung. Kalau sudah duduk bersama makan papeda, maka tidak ada perselisihan. Hal itu yang kami pegang terus sampai sekarang," ujar Ondofolo Demas Tokoro.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura menyebut kehadiran BNPB merupakan wujud perhatian pemerintah pusat mulai dari saat bencana sampai masa pemulihan pascabencana banjir Sentani. Hal itu sekaligus menunjukkan negara benar-benar hadir untuk masyarakat Papua sebagai pelipur lara dan solusi persoalan yang ada.

"Kami saat ini masih berduka, namun kami tidak mau menangis lagi. Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat. Negara hadir di tengah masyarakat. Pemerintah pusat bersama kami di daerah dan semua warga di sini, sudah berjalan pada jalur yang benar," ucap Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awoitau.


Editor : Donald Karouw