KKB Masih Kuasai Lokasi Jenazah Pekerja Jembatan di Nduga Papua

Antara ยท Rabu, 05 Desember 2018 - 17:43 WIB
KKB Masih Kuasai Lokasi Jenazah Pekerja Jembatan di Nduga Papua

Pasukan Brimob dari Timika tiba di Wamena, Selasa (4/12/2018). Pascapenembakan KKB yang diduga menewaskan 19 karyawan PT Istika Karya saat pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, aparat keamanan ditambah untuk mengamankan situasi di daerah tersebut. (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)

WAMENA, iNews.id – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) masih menguasai lokasi keberadaan jenazah para pekerja jembatan yang dibunuh di Distrik Yal, Kabupaten Nduga, Papua. Pasukan TNI-Polri yang melakukan evakuasi masih berupaya mendekati lokasi pembunuhan.

“Kami masih berupaya untuk mendekat ke TKP (lokasi kejadian), tempat terjadinya pembunuhan. Sampai hari ini personel kita masih kontak di wilayah ketinggian sebelum TKP dan kami berupaya untuk merapat ke sana,” kata Komandan Korem 172/Praja Wirayakti (PWY) Kolonel Inf JB Parluhutan Sianipar di Markas Yonif 756/Wimane Sili, di Jayawijaya, Rabu (5/12/2018).

Dia mengatakan, pasukan yang melakukan evakuasi jenazah para pekerja jembatan itu telah diperkuat dengan personel dari Batalyon 756/WMS. Mereka menempati Pos 755/Yalet di Pos Mbua, distrik yang bertetangga dengan Distrik Yal tempat pembunuhan massal itu.

BACA JUGA:

Panglima TNI dan Wakapolri Gelar Rapat Tertutup di Timika

Deretan Aksi Keji KKB di Papua, Pemerkosaan hingga Teror Penembakan

Berdasarkan pantauan, sekitar 15 personel TNI dimobilisasi pada Rabu sore dengan helikopter milik TNI dari Yonif 756/WMS dan dipimpin oleh Komandan Yonif 756/WMS Mayor Inf Arif Budi Situmeang.

Parluhutan mengatakan, secara kasat mata, anggota KKSB yang terus memberikan perlawanan atau gangguan berjumlah puluhan orang. “Kalau kami hitung, kekuatan senjata mereka sekitar 20. Itu kasat mata dan mereka berpindah-pindah karena mereka menguasai medan,” katanya.

Dia juga mengatakan, KKSB merencanakan jebakan kepada aparat TNI/Polri yang hendak masuk ke lokasi pembunuhan warga sipil. Namun, personel sudah mengetahui hal tersebut.

“Mereka sudah merencanakan untuk memancing aparat kita untuk masuk ke sana. Karena itu, kami harus hati-hati untuk mengantisipasi jatuh korban di kalangan aparat (TNI-Polri),” katanya.


Editor : Maria Christina