Kontak Senjata di Puncak Jaya, 2 KKSB Tewas Ditembak TNI

Nathan Making ยท Selasa, 02 Oktober 2018 - 15:45 WIB
Kontak Senjata di Puncak Jaya, 2 KKSB Tewas Ditembak TNI

Prajurit TNI. (Foto: dok iNews)

TIMIKA, iNews.id – Petugas gabungan TNI dan Polri merebut markas Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Kampung Gubuleme, Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Senin (1/10/2018) malam hingga Selasa (2/10/2018) pagi. Dalam kontak senjata itu, dua anggota KKSB tewas dengan luka tembak.

Kapendam XVII/Cenderawasi Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, petugas gabungan yang tergabung dalam Satgas Gakkum tersebut dipimpin Lettu Inf Angga awalnya ditembaki saat menduduki bekas markas pentolan KKSB Goliat Tabuni (GT).

Awalnya hanya terdengar dua hingga tiga kali bunyi tembakan. Namun tak berapa lama, suara asal tembakan kian mendekat yang diarahkan ke anggota Satgas Gakkum. Prajurit TNI pun berinisiatif bergerak mendekat ke arah sumber suara tembakan.

"Prajurit kami mendapat gangguan tembakan namun tidak kabur atau lari menghindar. Tetapi justru semakin semangat mencari dan mendekati sumber suara tembakan tersebut. Meskipun sebenarnya tenaga mereka telah terkuras karena sejak siang hari sudah kontak tembak dengan musuh. Mereka tak istirahat karena terus bergerak menerobos gelapnya malam mengarungi tebing dan jurang Pegunungan Tingginambut yang sangat ekstrim,” kata Aidi, Selasa (2/10/2018).

Kapendam mengatakan, petugas gabungan menemukan lokasi kedudukan KKSB sehingga kontak tembak tidak dapat dihindarkan pada Selasa (2/10/2018) pukul 06.00 WIT.

“Kekuatan mereka ( KKSB ) cukup besar termasuk senjatanya. Hanya saja kami belum bisa memperkirakan jumlah kekuatan dan persenjataannya. Yang jelas saat kontak senjata mereka memberikan perlawanan cukup kuat,” ujar Aidi.

Kapendam menuturkan TNI berhasil mendesak KKSB hingga mereka kabur secara terpencar. Taktik seperti itu kerap mereka gunakan yakni dengan menganggu tembakan kemudian kabur. Mereka menguasai medan dan hapal jalan-jalan meloloskan diri sehingga pasukan TNI tidak dapat melanjutkan pengejaran karena beratnya medan.

Setelah situasi dan medan berhasil dikuasai dan dikendalikan oleh TNI, kemudian melaksanakan pembersihan dan ditemukan dua anggota KKSB tewas dengan dua pucuk senjata laras panjang jenis FNC.

Salah satu korban KKSB dapat dikenali sebagai Dekilas Tabuni yang merupakan pengawal GT. Namun belum diketahui di dalam kelompok tersebut ada GT atau tidak karena cuaca gelap dan medan tertutup.

Kapendam menambahkan, saat ini jenazah korban belum bisa dievakuasi karena jauh dari pemukiman warga. Sementara pasukan TNI terus melaksanakan konsolidasi.

"Saya rasa mereka semakin terdesak karena markas-markasnya telah direbut dan diduduki TNI. Jika semakin terdesak, bukan tidak mungkin mereka akan sembunyikan senjata dan berbaur dengan masyarakat di kampung-kampung," Kata Kapendam.


Editor : Himas Puspito Putra