Korban Penembakan 22 Orang, Wakapolri: Evakuasi Diganggu Tembakan KKB

Nathan Making ยท Rabu, 05 Desember 2018 - 18:40 WIB
Korban Penembakan 22 Orang, Wakapolri: Evakuasi Diganggu Tembakan KKB

Wakapolri Komjen Pol Ari Dono menjelaskan upaya evakuasi yang dilakukan pasukan TNI-Polri terhadap korban penembakan di Kali Yigi, Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Rabu (5/12/2018). (Foto: iNews/Nathan Making)

TIMIKA, iNews.id – Penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kali Yigi, Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, telah menyebabkan 21 warga sipil tewas dan satu anggota TNI gugur. Hingga saat ini, proses evakuasi masih terkendala karena KKB memberondong pasukan dengan tembakan.

Wakapolri Komjen Pol Ari Dono mengatakan, penembakan terhadap karyawan PT Istaka di Kali Yigi terjadi saat mereka sedang melakukan pengerjaan jembatan. Selain mengakibatkan 22 korban jiwa, satu anggota TNI terluka dalam kejadian tersebut.

“Intinya peristiwa itu betul bahwa ada penembakan terhadap karyawan PT Istaka Karya yang sedang melaksanakan kegiatan pembangunan jembatan di Kali Yigi,” kata Komjen Pol Ari Dono di Timika, Rabu (5/12/2108).

BACA JUGA:

KKB Masih Kuasai Lokasi Jenazah Pekerja Jembatan di Nduga Papua

Jokowi Sebut Korban Penembakan KKB di Papua Pahlawan Pembangunan

Deretan Aksi Keji KKB di Papua, Pemerkosaan hingga Teror Penembakan

Hingga saat ini, kata Wakapolri, pasukan TNI-Polri masih berupaya melakukan evakuasi terhadap seluruh korban yang tewas maupun yang masih hidup. Namun, pasukan yang menuju tempat kejadian masih mendapat gangguan dari KKB.

“Untuk sampai di tempat kejadian dan proses evakuasi, masih ada gangguan tembakan-tembakan dari KKB,” ujarnya.

Wakapolri mengatakan, jumlah korban yang meninggal dunia akibat penembakan tersebut berjumlah 22 orang, terdiri atas 21 warga sipil ditambah satu dari TNI. Selain itu, pada saat pasukan Polri dan TNI menuju tempat kejadian, ada anggota Brimob yang terkena tembakan dari KKB. Meskipun demikian, TNI-Polri akan berupaya untuk melakukan evakuasi.

“Pada intinya sekarang TNI membantu Polri untuk melakukan evakuasi terhadap korban,” paparnya.

Jika situasi sudah memungkinkan, akan dilakukan proses penegakan hukum selanjutnya. “Prosesnya olah TKP dan meminta keterangan dari para saksi yang sudah dievakuasi untuk mengetahui seperti apa sih sebenarnya kejadian itu,” katanya.

Wakapolri mengatakan, jika pasukan TNI-Polri sudah berhasil mengevakuasi para korban penembakan KKB, mereka segera diidentifikasi. Selanjutnya, para korba akan diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

“Untuk korban nanti setelah dievakuasi akan dilakukan identifikasi terlebih dahulu, diberikan perawatan di rumah sakit. Setelah itu, baru kami serahkan ke keluarga masing-masing,” katanya.


Editor : Maria Christina