Kota Sorong Mulai Kondusif Pascakerusuhan, Aparat TNI dan Polri Masih Berjaga-jaga

Chanry Andrew Suripatty ยท Rabu, 27 November 2019 - 12:01 WIB
Kota Sorong Mulai Kondusif Pascakerusuhan, Aparat TNI dan Polri Masih Berjaga-jaga

Aparat keamanan berjaga-jaga di pusat Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, untuk mengantisipasi kerusuhan, Rabu (27/11/209). (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

SORONG, iNews.id – Situasi Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, berangsur kondusif pascakerusuhan warga pada Selasa (26/11/2019), yang menyebabkan sembilan rumah dibakar dan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) tewas. Aktivitas warga kembali berjalan seperti biasa, Rabu (27/11/2019).

Sementara ratusan aparat keamanan dari Polri dan TNI bersenjata lengkap mengamankan lokasi kejadian kerusuhan. Tim gabungan dikerahkan berjaga-jaga di titik rawan di lokasi kejadian. Informasi diperoleh, sebanyak dua satuan setingkat peleton (SST) pasukan TNI dari Batalayon 752 Sorong dan dua SST dari Brimob Nusantara diterjunkan ke lokasi.

Pasukan gabungan ini mengantisipasi aksi balas dendam dari warga yang rumahnya terbakar dan dari keluarga korban yang tewas. Sejumlah kendaraan taktis juga terlihat di lokasi kejadian diturunkan untuk mendukung pengamanan.

 

BACA JUGA:

Kota Sorong Rusuh, 9 Rumah Dibakar, 1 Warga Tewas

Ricuh di Kota Sorong Papua, Dandim: Situasi Sudah Aman Terkendali

 

Pascainsiden berdarah di Kota Sorong Selasa kemarin, polisi juga telah mengamankan sejumlah terduga pelaku kerusuhan dan seorang pelaku pembunuhan ASN. Polisi masih menyelidiki dengan teliti akar persoalan kerusuhan di Kota Sorong tersebut.

Dari pantauan iNews, aktivitas warga di lokasi kejadian berangsur normal dan mulai berjalan seperti biasa. Sejumlah pertokoan sudah dibuka dan aktivitas sekolah kembali seperti biasa.

Aparat keamanan berjaga-jaga di pusat Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, untuk mengantisipasi kerusuhan, Rabu (27/11/209). (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

 

Sementara itu, sejumlah warga yang rumahnya menjadi korban pembakaran saat kerusuhan pada Selasa kemarin terlihat membersihkan puing-puing kebakaran.

Menurut salah seorang warga yang rumahnya dibakar, para pelaku dari Kampung Mapura muncul secara mendadak. Mereka datang sambil membawa sejumlah jeriken berisi bensin dan langsung melakukan pembakaran. Mereka menyerang warga di Kompleks Klademak Tiga dan membakar sembilan rumah di kompleks itu.

“Kalau di sini aja ada lima rumah yang dibakar, di depan sana ada empat rumah dibakar,” kata korban kerusuhan, Atus Orota.

Aparat keamanan berjaga-jaga di pusat Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, untuk mengantisipasi kerusuhan, Rabu (27/11/209). (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

 

Sementara itu, salah seorang warga Kota Sorong yang rumahnya dibakar perusuh, Niko Kalami, sangat menyayangkan kejadian kemarin. Dia berharap polisi menindak tegas para pelaku.

“Kami berharap aparat keamanan juga terus berjaga-jaga dan mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Niko Kalami.

Kerusuhan di Kota Sorong ini diduga berawal dari adanya warga yang mengarahkan petasan kepada warga lain dan menyebabkan keluarga korban marah. Mereka lalu mencari pelaku dan kedatangan mereka mendapat reaksi. Akibatnya terjadi kerusuhan di Kompleks Klademak Tiga Sorong.


Editor : Maria Christina