KPU Kota Jayapura Sebut Ada Penggelembungan Suara di Distrik Heram

Antara ยท Kamis, 16 Mei 2019 - 20:16 WIB
KPU Kota Jayapura Sebut Ada Penggelembungan Suara di Distrik Heram

Warga melihat hasil rekapan formulir C1 tingkat kelurahan di salah satu kelurahan di Papua. (Foto: Antara)

JAYAPURA, iNews.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jayapura Oktovianus Injama mengakui terjadi penggelembungan suara saat pencoblosan Pemilu 2019 bulan April lalu di Distrik Heram. Akibatnya, rekapitulasi suara di distrik tersebut belum digelar.

“Memang benar adanya kasus penggelembungan suara di Distrik Heram sehingga proses rekapitulasi perhitungan suara di distrik tersebut tidak bisa dilaksanakan,” kata Injama di Jayapura, Kamis (16/5/2019).

Injama mengatakan, penggelembungan suara itu terjadi akibat jumlah pemilih melebihi data daftar pemilih tetap (DPT) Distrik Heram yang tercatat sebanyak 60.331 pemilih. Saat pencoblosan berlangsung, jumlah pemilih yang mencoblos mencapai 70 ribuan pemilih, baik untuk Pemilu Presiden, DPR RI, DPR provinsi,DPRD Kota maupun DPD RI.


BACA JUGA: Jokowi-Ma'ruf Raih Suara Terbanyak di 27 Kabupaten di Papua


Dia mengatakan, penyelesaian kasus itu diserahkan ke KPU provinsi. Hal ini mengingat rapat pleno tingkat kota sudah berakhir sejak Kamis (16/5/2019) sekitar pukul 10.30 WIT. KPU Kota Jayapura menyerahkan keputusannya kepada KPU Papua beserta berbagai masalah yang direkomendasikan Bawaslu dan keberatan yang diajukan saksi.

“Apapun keputusan KPU Papua akan ditindaklanjuti oleh KPU Kota Jayapura,” kata Injama.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Jayapura Frans Rumsarwir mengaku, pihaknya akan memproses kasus penggelembungan suara di Distrik Heram karena kemungkinan masuk dalam pidana pemilu. “Bawaslu terus melakukan kajian dan meminta keterangan sejumlah saksi terkait kasus tersebut,” katanya.


Editor : Maria Christina