Mahasiswa Tewas Ditembak Polisi, Keluarga: Penanganannya Berlebihan

Chanry Andrew Suripatty ยท Rabu, 23 Januari 2019 - 15:25 WIB
Mahasiswa Tewas Ditembak Polisi, Keluarga: Penanganannya Berlebihan

Jenazah Indra WIjaya, mahasiswa yang diduga jadi pengedar narkoba jenis sabu disemayamkan di rumah duka di Sorong, Papua. (Foto: iNews.id/Chanry Andrew Suripatty)

SORONG, iNews.id – Keluarga almarhum Indra Wijaya Taran, mahasiswa yang tewas ditembak polisi saat penangkapan narkoba di Kota Sorong, Papua Barat, meminta keadilan. Mereka meminta aparat profesional dan menilai penembakan tersebut tidak sesuai prosedur.

Paman korban, Muhammad Rifai mengatakan, polisi seharusnya tidak bertindak arogansi sehingga menyebabkan nyawa keponakannya melayang.

“Kami merasa cara penanganannya sudah sangat berlebihan. Kalau pun dilakukan penembakan, mestinya hanya dilumpuhkan saja, misalnya di kaki. Ini malah ditembak di paha dari arah belakang,” ujar Rifai di rumah duka, Selasa (22/01/2019).

BACA JUGA: Lawan Petugas, Mahasiswa Pengedar Sabu di Sorong Tewas Ditembak

Dia meminta transparansi polisi. Apabila anggota terbukti melakukan penembakan tidak sesuai dengan prosedur agar segera ditindaklanjuti. “Jika melanggar harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Rifai menuturkan, Indra dikenal sebagai sosok yang baik semasa hidupnya dan tidak pernah terlibat tindak pidana. Indra merupakan mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di Yogyakarta dan sementara berlibur di Kota Sorong sekaligus bertemu dengan keluarga.

Diketahui peristiwa penembakan terjadi di Jalan Pramuka, Kelurahan Remu Utara, depan Kantor Satlantas Polres Sorong Kota, Selasa (22/01/2019) pukul 00.00 WIT. Indra kena tembak di bagian paha dan sempat dilarikan ke Rumah sakit (RS) Mutiara untuk mendapatkan perawatan. Namun sayang, nyawanya tak tertolong karena kehabisan banyak darah.

Jenazah Indra dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Moyo KM 13, Kota Sorong. Almarhum dikebumikan tepat disebelah makam ayahnya.

Sementara itu, Kapolres Sorong AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna mengungkapkan, kronologi penangkapan dua terduga pengedar narkoba. Saat diamankan, seorang pelaku hendak melakukan perlawanan terhadap anggota.

“Indra terpaksa dilumpuhkan karena berusaha melawan petugas,” ujar Dewa Made Sidan Sutrahna, Selasa (22/01/2019).

Kapolres menjelaskan, saat penangkapan, Indra melawan petugas dengan cara mengayunkan sebilah badik ke arah petugas. Menurutnya, penembakan yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur. Di mana sudah dilakukan tembakan peringatan terlebih dahulu sebanyak dua kali.

“Saat akan diamankan, mereka menyerang petugas dengan menggunakan badik. Karena merasa terancam, dilakukan tembakan peringatan di udara sebanyak dua kali. Masih melawan juga, akhirnya Indra ditembak satu kali mengenai pahanya,” katanya.

Rekan almarhum Indra, Danang saat ini sudah diamankan di ruang tahanan narkoba Polres Sorong. Barang bukti yang diamankan yakni sabu seberat 2 gram, 1 alat isap bong, korek dan 1 buah badik.


Editor : Donald Karouw