Marak Aksi Perompak di Raja Ampat-Sorong, Operator Kapal Wisata Resah

Chanry Andrew Suripatty ยท Jumat, 04 Januari 2019 - 09:58 WIB
Marak Aksi Perompak di Raja Ampat-Sorong, Operator Kapal Wisata Resah

Kapal Pearl Of Papua saat berlayar di perairan Raja Ampat, Papua Barat. (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

WAISAI, iNews.id – Sejumlah operator kapal wisata resah dengan adanya dugaan aksi perompakan di perairan laut Raja Ampat dan Sorong. Hal ini menyusul kasus yang dialami tiga kapal wisata dalam beberapa waktu terakhir.

Informasi yang dirangkum iNews, kasus teranyar dialami operator Kapal Pearl of Papua. Dua unit speedboat dengan 3 mesin tempel (outboard engine 40 pk) miliknya hilang dalam perjalanan menuju Sorong di sekitar Pulau Soop, pada Rabu (2/1/2019).

Co-Founder and Owner Kapal Pearl of Papua Yayu Yuniar mengaku mengalami kejadian perampokan di laut saat kapal wisata miliknya menempuh perjalanan dari Raja Ampat ke Sorong.

"Aksi pencurian dilakukan pada saat kapal melaju 5-6 knot. Perompak memotong tali pengikat speedboat pada kapal. Kejadiannya malam, sekitar pukul 19.30 WIT," ujar Yayu dalam pesan singkatnya, Jumat (4/1/2019).

BACA JUGA: Resor Mewah Milik WNA Swiss di Raja Ampat Dipalang Masyarakat Adat

Dia menjelaskan, dua speedboat terikat kuat seperti biasanya di badan kapal utama (kapal besar). Namun pelaku pencurian diduga perompak memotong talinya dan mengmbil dua unit speedboat.

Atas kejadian tersebut, Yayu mengaku mengalami kerugian sebesar Rp500 juta. Dia juga merasa khawatir akan keselamatan operasional kapal menuju perairan Raja Ampat. Untuk itu, dirinya telah melapor ke pihak berwajib untuk mengambil langkah hukum.

"Secara tertulis dan resmi kami sudah melapor dan membuat berita acara di Polair Sorong karena saat itu kapal bergerak menuju Sorong dan kami sedang dalam perjalanan mengantar tamu merayakan tahun baru di Raja Ampat," katanya.

Yayu menuturkan, sempat mendapat bantuan dari TNI AL yang datang membantu mengejar para perompak pencurian speedboat miliknya. Menurutnya, pihak keamanan sangat responsif dalam membantu pencarian.

"Semalam TNI AL sempat melakukan upaya pengejaran namun tidak berhasil. tadi pagi Polair juga datang membantu. Alhamdullilah pihak aparat keamanan sangat responsif," ucapnya.

Diketahui, dua operator kapal wisata lainnya juga mengalami hal yang sama beberapa waktu lalu. Kondisi ini tidak dapat dibiarkan karena akan mengganggu kenyamanan para wisatawan. Karena insiden ini terjadi pada saat wisatawan berada di atas kapal.


Editor : Donald Karouw