Mayat Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Pinggir Pantai Raja Ampat

Chanry Andrew Suripatty ยท Senin, 04 Februari 2019 - 20:52 WIB
Mayat Perempuan Tanpa Busana Ditemukan di Pinggir Pantai Raja Ampat

Ilustrasi mayat. (Foto: Okezone)

WAISAI, iNews.id – Masyarakat Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, tepatnya di Pulau Pianemo, Distrik Waigeo Barat, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan tanpa busana di pinggir pantai. Mayat yang sudah hancur dan tanpa identitas tersebut pertama kali ditemukan warga setempat usai memancing.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Raja Ampat AKP Bernadus Okoka mengatakan, mayat perempuan tanpa busana itu ditemukan Sabtu (2/2/2019), sekitar pukul 16.00 WIT. Warga kemudian melaporkannya ke Polres Raja Ampat, Minggu (3/2/2019). Hingga kini, identitas mayat belum diketahui.

Menurut laporan yang diterima polisi, penemuan mayat berawal saat warga kampung setempat Miton Fakdawer dan Maikel Fakdawer membereskan peralatan pancingnya, Sabtu (2/2/2019), sekitar pukul 16.00 WIT. Maikel yang hendak buang air kecil melangkah tak jauh dari saudaranya. Dia kemudian melihat benda mirip boneka tergeletak kurang lebih 1 meter di bibir pantai.

“Karena penasaran, Maikel mendekati benda tersebut. Ternyata itu sesosok mayat berjenis kelamin perempuan yang tidak memakai busana,” kata Okoka di Waisai, Senin (4/2/2019).

BACA JUGA:

Mayat Pemuda Tanpa Identitas di Tepi Sawah Gegerkan Warga Jombang

Mayat Perempuan Terbakar di Ogan Ilir Ternyata Janda Berusia 20 Tahun

Kaget melihat mayat, Maikel Fakdawer kemudian menyuruh saudaranya Miton Fakdawer melaporkan kepada warga lain yang berjualan di atas Jembatan Pianemo. Sekitar 15 menit kemudian, sejumlah warga datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan membungkus mayat tersebut. Mereka kemudian menguburkannya sekitar 100 meter dari lokasi penemuan karena kondisi mayat sudah hancur.

Dari laporan warga, adapun ciri-ciri mayat tersebut di antaranya, berjenis kelamin perempuan, tinggi badan sekitar 145 sentimeter (cm), dan warna kulit putih. Bagian kaki hingga paha sudah tidak ada. Telapak tangan hingga pergelangan tangan juga tidak ada. “Bagian wajah sudah berbentuk tengkorak. Rambut, telinga, hidung, serta gigi juga sudah tidak ada,” kata Okoka.

Okoka mengatakan, warga Pulau Pianemo memiliki beberapa pertimbangan tidak membawa mayat tersebut ke kampung, di antaranya karena kondisi cuaca yang berombak serta angin. Kondisi mayat juga sudah membusuk dan setengah hancur.

“Makanya masyarakat  memutuskan untuk mengubur mayat tersebut sekitar 100 meter dari lokasi penemuan mayat. Kemudian pada tanggal 3 Januari 2019, mereka melaporkan ke Polres Raja Ampat,” paparnya.

Polres Raja Ampat mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut segera melapor. Begitu juga warga yang mengetahui ada orang hilang di sekitar tempat tinggalnya.


Editor : Maria Christina