Mengenang Jejak Kedamaian di Pulau Mansinam Papua Barat

Isra Triansyah ยท Selasa, 09 Oktober 2018 - 08:45 WIB
Mengenang Jejak Kedamaian di Pulau Mansinam Papua Barat

MANOKWARI, iNews.id - Terletak di Teluk Doreh, Manokwari Provinsi Papua Barat, pulau ini tidak bisa dipisahkan dari peradaban penduduk lokal Papua yang dulunya masih tergolong primitif hingga mengenal ajaran injil dan menjadi pemeluk Kristen.

Carl Wilhelm Ottow dan Johann Golttlob Geissler, dua misionaris berkebangsaan Jerman inilah yang berjasa mengenalkan masyarakat Papua kepada dunia luar yang menjadikan kehidupan mereka kini lebih beradab. Tidak mudah bagi kedua misionaris ini untuk meyakinkan penduduk suku Numfor yang mendiami Pulau Mansinam untuk mengenal injil lebih dekat. Namun dengan kerja keras, lambat laun kegiatan perkabaran yang mereka gelar akhirnya dapat diterima oleh penduduk setempat.

Sejak kabar mulai diterima oleh masyarakat sekitarnya, masyarakat Papua mulai mengenal baca tulis, pakaian dan meninggalkan koteka serta membangun tempat tinggal atau rumah.

Kini sejarah jejak kedamaian di Pulau Mansinam dapat kita temui dari sejumlah bangunan yang berada di pulau tersebut seperti Monumen Salib yang menjadi lokasi pertama kalinya Ottow-Geissler menginjakkan kaki di tanah Papua akan terlihat jelas saat kita akan mendekat ke Pulau Mansinam, Gereja Pengharapan yang sudah direnovasi dan merupakan gereja pertama kali yang didirikan di tanah Papua serta patung Yesus raksasa setinggi 30 meter yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2014 untuk mengenang jasa Ottow dan Geissler.

Hingga saat ini Pulau Mansinam manjadi daya tarik wisata religi bagi siapapun khususnya umat Kristen Protestan dengan segala kedamaian yang bisa dinikmati saat berada di pulau ini.

(Sindonews/Isra Triansyah)


Editor : Yudistiro Pranoto