Operasi Timpora Imigrasi dan Satgas Yonif MR 411 di Perbatasan RI-PNG, 3 Orang Diamankan

Irfan Ma'ruf ยท Selasa, 26 November 2019 - 17:49 WIB
Operasi Timpora Imigrasi dan Satgas Yonif MR 411 di Perbatasan RI-PNG, 3 Orang Diamankan

Operasi Timpora untuk mencegah warga asing masuk ke wilayah NKRI tanpa dokumen jelas di Jalan Trans Papua, Merauke. (Foto: Puspen TNI)

MERAUKE, iNews.id – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Merauke menggandeng Satgas Batalyon Infanteri Mekanis Raider (Yonif MR) 411/Pdw Kostrad menjalankan operasi gabungan tim pengawasan orang asing (Timpora). Operasi ini untuk mencegah masuknya Warga Negara Asing (WNA) Ilegal ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya melalui Kabupaten Merauke.

Komandan Satgas (Dansatgas) Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG) Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya mengatakan, ada empat personel Pos Kout yang dipimpin Perwira Topografi Satgas Letda Ctp Firman Hadi dalam Operasi Gabungan Timpora.

“Fokus utama untuk memeriksa kelengkapan dokumentasi WNA asing yang masuk ke wilayah Merauke,” ujar Rizky, Selasa (26/11/2019).

Menurutnya, Operasi Timpora ini berlangsung di jalur darat Jalan Trans Papua, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, yang menjadi daerah perbatasan RI-PNG. Operasi ini dipimpin langsung Kasi Lalintuskim Kantor Imigrasi Kelas II TPI Merauke Doni Purwoko Hadi, yang melibatkan TNI-Polri, bea cukai, karantina pertanian, karantina ikan, kesehatan pelabuhan dan Pemerintah Distrik Sota.

BACA JUGA: 100 Prajurit Brigade Infanteri 20 Kostrad Ikut Latihan Pertempuran Hutan di Papua

“Kami sebagai Satgas Pamtas sangat mengapresiasi dan akan selalu mendukung program dari Imigrasi Merauke. Hal ini sebagai wujud sinergitas satgas dengan semua instansi terkait di wilayah perbatasan,” katanya.

Dalam kegiatan ini, tiga pria warga negara Papua Nugini diamankan. Mereka berinisial DK (40), GN (30) dan MK (44). Ketiganya hanya menggunakan surat izin pelintas batas tradisional kedapatan akan menuju ke Merauke dengan menumpang mobil dump truk.

“Sesuai dengan Perjanjian Lintas Batas Tradisional tahun 1993, penduduk perbatasan hanya boleh berkegiatan di wilayah perbatasan dan tidak diperbolehkan memasuki wilayah Merauke. Karena itu ketiga WNA PNG dikenakan Pasal 75 UU Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian,” kata Abituren Akmil tahun 2003 tersebut.

Hadir dalam kegiatan Operasi Gabungan Timpora Plh Kakanim Merauke, Kasi Inteldakim dan Kasi Tikim Imigrasi Merauke, Danramil Sota, Patop Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad, Wakapolsek Sota, Kadistrik Sota, perwakilan dari Karantina Ikan Sota, Karantina Pertanian Sota, Kesehatan Pelabuhan Sota, Pos Imigrasi Sota dan Bea Cukai Sota.


Editor : Donald Karouw