Panglima TNI dan Wakapolri Gelar Rapat Tertutup di Timika

Antara, Chanry Andrew Suripatty, Nathan Making ยท Rabu, 05 Desember 2018 - 17:03 WIB
Panglima TNI dan Wakapolri Gelar Rapat Tertutup di Timika

Pengamanan di hotel tempat Panglima TNI dan Wakapolri serta KSAD melangsungkan rapat tertutup. (Foto: iNews/Nathan Making)

TIMIKA, iNews.id - Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jendral TNI Andika Perkasa, dan Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukamto, tiba di Bandara Mozes Kilangin di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (5/12/2018) pukul 14.00 WIT.

Setibanya di sana, Panglima TNI langsung menggelar rapat tertutup bersama para petinggi TNI dan Polri di Hotel Rimbah Papua. Rencanannya, para petinggi TNI-Polri ini akan bertolak ke Wamena esok hari, Kamis (6/12/2018) unuk melihat perkembangan situasi dan kondisi di sana.

Dalam rapat tertutup di sana, puluhan anggota TNI dan kepolisian tampak berjaga-jaga mengamankan lokasi pertemuan.

BACA JUGA: Jenazah Serda Handoko Prajurit TNI yang Gugur di Nduga Tiba di Timika

Wakapolri, Komjen Pol Ari Dono mengatakan, aparat gabungan TNI-Polri masih terus melakukan pencarian terhadap korban tewas lainnya. Evakuasi tersebut masih belum optimal lantaran banyaknya tembakan-tembakan liar dari kelompok kriminal separatis bersenjata dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Masih diganggu dengan tembakan-tembakan oleh kelompok itu," kata Ari Dono di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (5/12/2018).

Wakapolri memastikan jumlah korban tewas dalam peristiwa ini sebanyak 22 orang, satu orang di antaranya merupakan prajurit TNI bernama Serda Handoko.

Aksi brutal kelompok bersenjata pun tak kunjung berakhir. Mereka justru menembak baling-baling helikopter yang mengangkut jenazah korban.

BACA JUGA: Helikopter Pengangkut Jenazah Prajurit TNI yang Gugur Ditembaki KKB

"Karena ada tembakan dari arah Puncak Kabo, maka Tim melakukan tembakan balasan dari helikopter. Ada satu helikopter jenis Bell yang baling-balingnya terkena tembakan dari kelompok itu," kata Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin Siregar.

Sebelumnya, kelompok OPM pimpinan Egianus Kogoya mengaku bertanggung jawab atas penyerangan yang menewaskan puluhan pekerja jembatan di Distrik Mbua, kabupaten Nduga, Papua.

Juru bicara kelompok OPM pimpinan Egianus Kogoya, Sebby Sambom, mengatakan setelah aksi serangan tersebut, Panglima Daerah Militer Makodap III Ndugama mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya lah yang bertanggung jawab atas pembunuhan kepada para pekerja Istaka Karya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal