Pascapenembakan di Nduga, Hipmi Minta Proyek Trans Papua Dilanjutkan

Antara ยท Rabu, 05 Desember 2018 - 22:24 WIB
Pascapenembakan di Nduga, Hipmi Minta Proyek Trans Papua Dilanjutkan

Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12/2018). Aparat gabungan terus berusaha mengatasi KKB yang diduga telah menewaskan 31 karyawan PT Istika Karya saat pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)

JAYAPURA, iNews.id – Pascainsiden penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua, proyek jalan Trans Papua dihentikan untuk sementara. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi Papua berharap proyek tersebut segera dilanjutkan karena infrastruktur jalan sangat penting bagi perekonomian.

“Trans Papua sangat penting karena kita tahu selama ini masalah kemahalan harga di Papua disebabkan tidak adanya akses transportasi darat,” ujar Ketua Umum Hipmi Papua, Dasril Sahari, di Jayapura, Rabu (5/12/2018).

Dia mengungkapkan, pengurus pusat Hipmi sudah melayangkan surat protes kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) atas keputusan tersebut. Namun, Hipmi juga memahami hal tersebut diputuskan karena aspek yang sangat penting, yaitu keamanan. Aparat keamanan diharapkan dapat segera menangani masalah yang terjadi di Nduga agar pekerjaan Trans Papua dapat dimulai kembali.

BACA JUGA:

15 Jenazah Korban Kebiadaban KKB Berhasil Ditemukan Pasukan TNI-Polri

Korban Penembakan 22 Orang, Wakapolri: Evakuasi Diganggu Tembakan KKB

Dia juga memuji kebijakan Presiden Joko Widodo yang memberi perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur di Papua. Dia meminta aparat keamanan dapat merespons hal tersebut dengan menciptakan iklim investasi yang baik.

“Kami Hipmi juga ikut berduka atas kejadian ini. Aparat keamanan harus segera bisa menuntaskan masalah ini dan pembangunan dapat kembali dilakukan sesuai target yang ada,” kata dia.

Dia mengusulkan agar pekerjaan di wilayah yang relatif kurang aman, dapat mengedepankan aspek persuasif dan melibatkan penduduk setempat. Dengan cara begitu, maka masyarakat setempat merasa terlibat langsung dan memiliki kebanggaan mengenai pembangunan di daerahnya.


Editor : Maria Christina