Pascapenembakan Warga oleh KKSB, Warga Kabupaten Puncak Papua Diungsikan ke Timika

Edy Siswanto ยท Senin, 30 September 2019 - 12:04 WIB
Pascapenembakan Warga oleh KKSB, Warga Kabupaten Puncak Papua Diungsikan ke Timika

Pemkab Puncak, Papua, mengungsikan warga dan para pegawai daru kabupaten itu ke Timika, pascapenembakan warga oleh KKSB, Senin (30/9/2019). (Foto: iNews/Edy Siswanto)

JAYAPURA, iNews.id – Penyerangan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) terhadap warga membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak, Papua, memutuskan untuk mengungsikan warga dan pegawainya ke Kabupaten Mimika. Langkah tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pascakejadian itu.

Diketahui, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menembak dua tukang ojek di sekitar Jembatan Gantung Muara, Kampung Amnunggi, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Kamis (26/9/2019) pukul 12.30 WIT. Lalu, pada Sabtu (28/9/2019) siang, anggota KKSB kembali menembak mati warga yang sehari-hari berjualan di dekat Bandara Ilaga.

Menurut Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik, pascapenembakan warga oleh KKSB, banyak warga dan pegawai yang trauma. Karena itu, pemerintah akan mengungsikan mereka ke Timika.

“Timika lokasi yang paling dekat dengan Ilaga. Ini dilakukan agar situasi mereda. Kalau mereka tetap tinggal, pasti tidak tenang, baik pegawai, pedagang maupun saudara lainnya,” kata Bupati di Jayapura, Senin (30/9/2019).

BACA JUGA:

2 Tukang Ojek Ditembak Mati Kelompok Separatis Bersenjata di Puncak Papua

Lagi, KKSB Tembak Mati Warga Sipil di Dekat Bandara Ilaha Kabupaten Puncak Papua

Willem menjelaskan, evakuasi warga dari Kota Ilaga ke Kota Timika dilakukan menggunakan pesawat. Sementara, saat ini ratusan warga Puncak telah mengungsi ke Polres dan Koramil setempat.

“Untuk mengurangi trauma dan menjaga psikologi warga dan tak mengalami traumatik berkepanjangan. Pemerintah Puncak akan mengambil langkah cepat mengatasi kondisi keamanan di Ilaga,” katanya.

Willem yakin, pascapenyerangan KKB ke Ilaga, dampaknya akan sangat terasa di kabupaten tersebut. Dia meyakini perekonomian akan lumpuh. “Pasti dampaknya luar biasa. Kios-kios tutup, minyak tidak ada, beras tidak ada, maka ini menimbulkan efek luar biasa,” ujarnya.


Editor : Maria Christina