Pasien RS Jiwa Abepura Jayapura Membeludak, Sebagian Tidur di Lantai

Rustaman Nusantara ยท Selasa, 12 Februari 2019 - 07:58 WIB
Pasien RS Jiwa Abepura Jayapura Membeludak, Sebagian Tidur di Lantai

Ilustrasi penderita gangguan jiwa. (Foto: Okezone)

JAYAPURA, iNews.id – Jumlah pasien penderita sakit jiwa di Rumah Sakit (RS) Jiwa Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua, membeludak. Sebagian pasian terpaksa tidur di lantai karena kapasitas ruangan terbatas.

Direktur RS Jiwa Abepura Daniel L Simunapendi mengatakan, jumlah tempat tidur di rumah sakit yang dipimpinnya sebanyak 104 unit. Jumlah ini juga sebenarnya sudah melebihi kapasitas tempat tidur dan kapasitas ruangan.

“Jadi ada pasien-pasien sakit jiwa yang terpaksa berbaring di lantai dengan kasur karena ruangan sudah tidak memenuhi lagi. Daya tampung kami memang sangat minim sementara pasien semakin banyak atau membeludak,” kata Daniel di Jayapura, Selasa (12/2/2019).

Daniel menjelaskan, pasien sakit jiwa semakin banyak karena tidak ada lagi tempat layanan RS Jiwa di 28 kabupaten di Papua. Puskesmas khusus sakit jiwa juga tidak ada.

BACA JUGA:

Eks Pasien Gangguan Jiwa di Bogor Dapat Bantuan Modal Usaha Rp5 Juta

Penderita Gangguan Jiwa Bisa Gunakan Hak Pilih di Pemilu 2019

Selain itu, pasien sakit jiwa membludak setelah pihaknya melakukan pelayanan penyuluhan, pengobatan, deteksi dini gangguan jiwa, dan kujungan ke 28 kabupaten dan satu kota. Melalui pelayanan itu, pasien dan keluarga memahami bahwa memang harus berobat jika ingin sembuh sehingga mereka ke rumah sakit.

“Setelah mereka mengetahui, sekarang kami yang kesulitan daya tampungnya. Pasien sakit jiwa membludak karena semua pasien sakit jiwa datang ke RS Jiwa Abepura,” katanya.

Dia mengatakan, tidak semua pasien sakit jiwa diinapkan. Sebagian pasien dirawat jalan dan keluarganya membantu untuk perawatan selanjutnya. Namun, kebanyakan pasien sakit jiwa yang sudah tidak bisa menilai realita, jalan tanpa tujuan, menjadi gelandangan di jalan-jalan, terpaksa harus dirawat meskipun ruangan sudah penuh.

“Kami berusaha untuk merawat pasien tersebut dengan kapasitas rumah sakit yang memang terbatas,” katanya.

Kepala Seksi Keperawatan RS Jiwa Abepura, Gerti Jeklin Pulalo mengatakan, pihaknya melayani pasien sakit jiwa yang rawat jalan sebanyak 50 pasien per hari. Pasien sakit jiwa yang rawat jalan lebih banyak melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan.

“Kebanyakan keluarga yang membawa keluarganya yang sakit jiwa ke RS Jiwa untuk diperiksa kesehatannya. Jika sakitnya parah, maka pasien akan menjalani rawat inap. Namun jika tidak parah, maka pasien rawat jalan,” kata Gerti.


Editor : Maria Christina