Peduli Kemanusiaan, Satgas Yonif Raider 509 Bantu Pemakaman Warga di Pedalaman Papua

Chanry Andrew Suripatty ยท Minggu, 03 November 2019 - 15:34 WIB
Peduli Kemanusiaan, Satgas Yonif Raider 509 Bantu Pemakaman Warga di Pedalaman Papua

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 509 Kostrad Pos Tatakra saat membantu prosesi pemakaman warga di pedalaman Papua. (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

KEEROM, iNews.id - Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif Raider 509 Kostrad Pos Tatakra membantu prosesi pemakaman warga Kampung Tatakra, Distrik Web, Kabupaten Keerom, Papua, Sabtu (2/11/2019). Hal ini sebagai bentuk kepeduliaan dan rasa empati terhadap kesulitan warga di pedalaman Papua.

Komandan Pos Tatakra Letda Inf Heriyansyah Purba mengatakan, prajurit membantu proses pemakaman Yustina Ball, warga setempat yang meninggal karena sakit komplikasi. Dalam beberapa hari terakhir, kondisi kesehatannya menurun drastis hingga mengembuskan napas terakhir.

“Sudah ada upaya pengobatan secara rutin namun sayang nyawanya tidak tertolong,” Heriyansyah Purba, Minggu (3/11/2019).

Untuk meringankan beban keluarga dan sebagai rasa berbela sungkawa terhadap keluarga, personel Pos Tatakra juga memberikan sembako dan ikut membantu proses pemakaman.

BACA JUGA: Senyum Humanis Personel Satgas Yonif 411 Kostrad Sambut Pelintas Batas Warga PNG

“Anggota Satgas turut hadir dan ikut berduka, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kami juga berikan sembako dan membantu mengantarkan jenazah yang akan dimakamkan,” katanya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bentuk kepedulian dan upaya TNI untuk senantiasa bersosialisasi dengan masyarakat perbatasan. Sehingga tentunya tercipta hubungan harmonis dan komunikasi yang baik.

Keluarga Yustina Ball yang merasa terbantu dan tertolong mengucapkan terima kasih atas kepedulian Satgas Pamtas RI-PNG yang telah menunjukkan kepeduliannya.

“Terima kasih kepada TNI atas kepedulian dan bantuannya yang diberikan kepada keluarga kami dari awal hingga akhir,” ucap salah satu anggota keluarga yang berduka.


Editor : Donald Karouw