Pemkab Raja Ampat, TNI-Polri dan Para Tokoh Deklarasi Cinta Damai untuk Papua

Chanry Andrew Suripatty · Senin, 09 September 2019 - 11:51 WIB
Pemkab Raja Ampat, TNI-Polri dan Para Tokoh Deklarasi Cinta Damai untuk Papua

Pemkab Raja Ampat bersama TNI, Polri, tokoh agama, masyarakat, adat, pemuda, tokoh perempuan serta pelajar menggelar deklarasi damai bertajuk “Raja Ampat Cinta Damai” di halaman Kantor Bupati Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Senin (9/9/2019). (Foto:

WAISAI, iNews.id – Pemkab Raja Ampat menggelar deklarasi damai bertajuk “Raja Ampat Cinta Damai” bersama TNI, Polri, tokoh agama, masyarakat, adat, pemuda, tokoh perempuan serta pelajar di halaman Kantor Bupati Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Senin (9/9/2019). Aksi ini untuk merespons kondisi terkini di Papua dan Indonesia serta harapan agar NKRI tetap berdiri kokoh.

Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati mengatakan, lewat deklarasi damai, Raja Ampat berharap Merah Putih tetap berkibar di seluruh penjuru Indonesia. Raja Ampat sebagai daerah yang dikenal memiliki kekayaan dan keindahan alam yang memesona, akan menjaga dan merawat  harmoni kehidupan antarmasyarakatnya. Dengan begitu, Raja Ampat benar-benar menjadi tempat yang sempurna untuk menikmati keindahan alam dan keramahan masyarakat.

“Ya harmoni alam dan harmoni kehidupan harus berjalan bersama agar tanah ini selalu dirindukan dan dikunjungi oleh semua insan,” kata Abdul Faris Umlati.


Pemkab Raja Ampat bersama TNI, Polri, tokoh agama, masyarakat, adat, pemuda, tokoh perempuan serta pelajar saat deklarasi damai bertajuk “Raja Ampat Cinta Damai” di halaman Kantor Bupati Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, Senin (9/9/2019). (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

Bupati Raja Ampat juga mengatakan, deklarasi cinta damai menjadi salah satu upaya bersama membangun soliditas, persatuan dan kesatuan di antara semua elemen masyarakat Raja Ampat. Deklarasi ini juga untuk menegakkan kedaulatan NKRI.

“Kita perlu memberi contoh dan harus menjadi garda terdepan dalam menyalakan api perdamaian baik di Bumi Cendrawasih maupun bagi Indonesia,” kata AFU, panggilan akrab Abdul Faris Umlati.


BACA JUGA: Dihadiri Panglima dan Kapolri, Ini Isi Deklarasi Papua Damai di Jayapura


Menurut AFU, Raja Ampat merupakan salah satu kabupaten yang ditenun dari bingkai multikultural. Keanekaragaman budaya, suku ras dan agama, di daerah ini merupakan kekayaan dan kekuatan dalam membangun satu tatanan kehidupan yang damai dan harmoni.

“Kita bersyukur karena Raja Ampat mampu memberikan keteladanan yang kuat dalam membangun harmoni kehidupan,” ujar AFU.

AFU juga mengajak seluruh elemen masyarakat Raja Ampat, ASN, TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan pelajar untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta harmoni kehidupan.

Dalam deklarasi damai di Raja Ampat tersebut, seluruh pihak bersama-sama membacakan tujuh poin pernyataan sikap, yakni:

1. Selalu cinta damai, kepada sesama warga suku apa pun juga, serta agama apa pun juga yang sah di Indonesia.

2. Saling menghargai dan menghormati kepada siapa saja yang berada di tanah para raja.

3. Selalu bergotong royong dengan sesama.

4. Menolak adanya pengerahan massa atau demo yang berujung pada perpecahan, perusakan, penjarahan, kekerasan, dan SARA.

5. Mendukung dan mempercayakan pemerintah serta penegak hukum untuk memproses hukum terhadap pelaku rasis, diskriminasi, perusakan, penjarahan dan tindak pidana lain.

6. Tetap setia dan menjaga keutuhan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

7. Selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar wilayah Raja Ampat, Papua Barat dan Papua serta Indonesia agar selalu aman, tertib, dan damai serta sejahtera.


Editor : Maria Christina