Pemprov Papua Barat Akan Telusuri Kampung Siluman Penerima Dana Desa

Antara ยท Kamis, 14 November 2019 - 17:58 WIB
Pemprov Papua Barat Akan Telusuri Kampung Siluman Penerima Dana Desa

Ilustrasi dana desa. (Foto: Istimewa)

MANOKWARI, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat akan melakukan penelusuran terkait dugaan adanya kampung siluman penerima dana desa. Pemprov juga akan lebih selektif dalam menindaklanjuti usulan pemekaran kampung dan kelurahan dari kabupaten/kota.

Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Papua Barat, Agustinus Melkias Rumbino mengatakan akan mengadakan survei lapangan untuk mengantisipasi adanya kampung siluman. “Tidak menutup kemungkinan kasus seperti ini terjadi di Papua Barat," kata Rumbino di Manokwari, Kamis (14/11/2019).

Dia mengakui, di sejumlah wilayah luar Papua Barat terbukti ada kampung fiktif yang menerima dana desa. Maka dari itu, dia tidak ingin kampung siluman juga ada di Papua Barat.

"Kecenderungan ada motivasi politik dan keinginan untuk bisa mendapat dana desa yang gelontorkan Pemerintah Pusat,” katanya.

BACA JUGA: Desa Siluman di Papua, Punya Kepala Kampung Tak Ada Warga

Dari data yang diungkap Rumbino, jumlah kampung di Papua Barat saat ini ada sekitar 1.700. Selain itu, ada 1.000-an usulan pembentukan kampung dan kelurahan baru.

Sebagai langkah antisipasi, katanya, Biro Pemerintahan akan lebih selektif dalam menindaklanjuti usulan pemekaran kampung dan kelurahan dari pemerintah kabupaten/kota. Bagian Pemerintahan di kabupaten diminta melakukan verifikasi sebelum melanjutkan usulan ke tingkat provinsi.

Menurutnya, Papua Barat masih sulit menerapkan syarat pemekaran yang berlaku secara nasional. Meskipun demikian, hal itu harus dimulai dan pemerintah kabupaten diminta turut berperan.

"Di Papua Barat satu kampung rata-rata hanya dihuni 50 sampai 100 KK,” katanya.

Saat ini Papua Barat sedang menerapkan moratorium atau penghentian pemekaran kampung dan kelurahan. Pemprov sedang fokus melakukan pembinaan kampung-kampung yang sudah ada.


Editor : Umaya Khusniah