Penyerangan KKB di Intan Jaya, Bupati Minta Tukang Ojek Batasi Kegiatan dan Selalu Waspada

Edy Siswanto, Okezone ยท Sabtu, 26 Oktober 2019 - 14:15 WIB
Penyerangan KKB di Intan Jaya, Bupati Minta Tukang Ojek Batasi Kegiatan dan Selalu Waspada

Ilustrasi penyerangan. (Foto: Istimewa).

JAYAPURA, iNews.id - Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, meminta para tukang ojek selalu barhati-hati dan waspada. Peringatan ini disampaikan menyusul adanya aksi penyerangan diduga dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Hitadipa, Jumat (25/10/2019) kemarin.

Bupati Natalis yang melihat langsung kondisi jenazah di Puskesmas Boligai, mengecam aksi keji, diduga dimotori kelompok Lekagak Telenggen. Dia juga mengimbau seluruh warga Intan Jaya tetap tenang dan waspada.

"Para tukang ojek yang beroperasi di wilayah Intan Jaya untuk sementara membatasi kegiatannya," kata Natalis saat meninjau kondisi korban di Puskesmas Boligai, Jumat (25/10/2019).

BACA JUGA: 3 Tukang Ojek di Intan Jaya Papua Tewas dengan Luka Tembak dan Bacokan, Diduga Korban KKB

Sementara, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab, menyatakan turut berduka atas meninggalnya ketiga tukang ojek yang menjadi korban pembunuhan KKB.

"Perbuatan teror ini jelas membuktikan bahwa kelompok separatis selalu berusaha mengganggu kedamaian di tanah Papua," Pangdam.

Dia mengatakan akan terus berkoordinasi dengan unsur polisi dan pemerintah daerah (Pemda) untuk mengejar kelompok separatis yang selalu menciptakan teror dan ketakutan masyarakat.

BACA JUGA: Heli Pengangkut Bahan Makanan Ditembaki di Kabupaten Puncak Papua, Pelaku Diduga KKB

Sebelumnya, tiga warga sipil yang berprofesi sebagai tukang ojek di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, ditemukan tewas dengan luka tembak. Mereka diduga menjadi korban penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Ketiga korban yakni, Rizal (31), Herianto (31), dan La Soni (25). Jasad mereka ditemukan pada Jumat (25/10/2019) kemarin. Selain luka tembak di bagian kepala, tubuh para korban juga penuh luka sayatan senjata tajam.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal