Jelang Peringatan 1 Desember, Masyarakat Papua Dinilai Tak Butuh Kemerdekaan

Andi Mohammad Ikhbal ยท Jumat, 29 November 2019 - 10:25 WIB
Jelang Peringatan 1 Desember, Masyarakat Papua Dinilai Tak Butuh Kemerdekaan

Kapolda Papua dan Pangdam mengunjungi masyarakat. (Foto: Dok iNews).

JAKARTA, iNews.id - Peringatan yang diagendakan kelompok separatis atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) setiap 1 Desember dinilai tak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Gerakan tersebut muncul karena adanya ketidakadilan ekonomi.

Anggota DPR RI Dapil Papua Barat, Jimmy Demianus Ijie mengatakan, yang dibutuhkan oleh masyarakat Papua bukan lah kemerdekaan.

"Negara tidak usah pikirin itu (OPM). Bagun saja kesejahteraan orang Papua. Lama-lama kita bisa merebut generasi milenial yang belum terpapar ideologis itu," kata Jimmy, Jumat (29/11/2019).

BACA JUGA: Jelang 1 Desember, Warga Jayapura Diimbau Waspadai Hoaks dan Jangan Mudah Terhasut

Peringatan 1 Desember lambat laun akan memudar seiring gencarnya pembangunan di Papua. Untuk itu, dirinya meminta pemerintah serius dalam membangun daerah tersebut.

"Pemerintah tidak usah reaktif mengahadapi HUT OPM. Tapi serius bangun infrastruktur di sana, sehingga momen 1 Desember pudar," ujarnya.

Peneliti dari Papua Center Universitas Indonesia, Bambang Shergi Lhaksmono menilai, semangat demo antiNKRI yang dilakukan gerakan-gerakan separatis dipicu ketidakadilan ekonomi dan kekuasaan politik.

Peringatan 1 Desember harus jadi agenda para elite di daerah untuk berusaha memenuhi berbagai kepentingan masyarakatnya.

BACA JUGA: Kota Sorong Mulai Kondusif Pascakerusuhan, Aparat TNI dan Polri Masih Berjaga-jaga

"Musuh dari Papua itu bukan pemerintah Indonesia. Melainkan kemiskinan dan ketidakadilan," katanya.

Karena persoalan mendasar bagi masyarakat Papua yakni kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan yang harus dicari akar solusinya. Adanya gerakan separatis dari kelompok OPM juga sudah tidak relevan lagi sekarang.

"Bagi saya soal referendum tidak perlu dibahas, karena sudah selesai dan sudah final, Papua bagian dari Indonesia," kata peneliti LIPI, Adrianna Elisabeth.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal