Persipura Latihan di Jawa, Warga Jayapura Ancam Tutup Stadion Mandala

Chanry Andrew Suripatty ยท Sabtu, 04 Mei 2019 - 08:00 WIB
Persipura Latihan di Jawa, Warga Jayapura Ancam Tutup Stadion Mandala

Ilustrasi latihan tim Persipura Jayapura di Stadion Mandala. (Foto: Okezone).

JAYAPURA, iNews.id - Masyarakat Papua pendukung tim sepakbola Persipura Jayapura mengancam akan memalang total berbagai aktifitas Stadion Mandala Jayapura. Lantaran klub sepakbola idola mereka itu harus memusatkan latihan (Homebase) di Yogyakarta, bukan daerah asalnya.

Pemilik hak ulayat atas tanah Stadion Mandala Jayapura, Gustaf Pui mengatakan, stadion ini miliknya Persipura, jadi klub sepakbola tersebut harus bermain di lapangan Mandala, bukan di wilayah lain.

"Karena itu, sebagai anak adat Kampung Kayu Batu dan mantan pemain Persipura, saya akan tetap berjuang sampai Persipura tetap bermain di Stadion Mandala Jayapura," kata dia kepada wartawan, Jumat (3/5/2019).

BACA JUGA: Siswi SMA Korban Perundungan di Jayapura Lapor Polisi, Ini Motifnya

Menurut Gustaf, memang status tanah Stadion Mandala hingga saat ini masih menjadi sengketa antara Pemerintah Provinsi Papua dengan masyarakat adat. Namun, bukan berarti Persipura harus memusatkan latihan di lokasi lain, apalagi stadion ini milik klub sepakbola tersebut.

Dia meminta, Pemerintah Provinsi Papua segera berkoordinasi agar tidak ada pemindahan homebase tim Persipura ke luar Papua dan tetap melakukan beraktivitas di kampung halamannya.

"Lapangan tetap di pakai untuk pertandingan, kalau sampai Persipura homebase di luar Papua, maka stadion ini akan tertutup untuk umum, kami akan palang," ujar mantan pemain Timnas Indonesia di tahun 90an ini.

BACA JUGA: Viral Siswi SMA Jadi Korban Perundungan Mahasiswi di Jayapura Papua

Masyarakat Jayapura telah mencintai tim Persipura, karena telah mengharumkan nama Papua di pentas nasional maupun internasional. Dia menganggap klub tersebut menjadi tanggung jawab masyarakat adat, apalagi ada gambar rumah adat Papua di logo tim Persipura, yang disebut Port Numbay.

"Di logo Persipura itu ada rumah adat kami masyarakat Port Numbay. Kalau orang yang tau adat, pasti dia mengerti, terus kenapa punya lapangan tapi bisa terusir," ujar Gustaf.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal